Breaking News:

Kota Yogyakarta

Dishub Kota Yogyakarta Antisipasi Manajemen Lalu Lintas di Kawasan Malioboro Jelang Lebaran 2021

Manajemen lalu lintas dilakukan agar tidak ada kemacetan berarti, khususnya di titik-titik rawan kepadatan kendaraan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ardhike Indah
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjelang Idulfitri tahun 2021, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menyiapkan antisipasi manajemen lalu lintas.

Ini dilakukan agar tidak ada kemacetan berarti, khususnya di titik-titik rawan kepadatan kendaraan orang-orang yang ingin memanfaatkan waktu libur.

“Betul, kami melakukan antisipasi manajemen lalu lintas. Kawasan Malioboro yang sudah dibuat satu arah, kami sempurnakan di Simpang Kleringan,” kata Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, di Tugu Yogyakarta, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Pengusaha Malioboro Desak Pemkot Yogya Segera Lengkapi Fasilitas Penunjang Pedestrian

Dengan begitu, bagi masyarakat yang ingin menuju Kotabaru maupun Malioboro tidak lagi bersimpangan.

Ia berharap, jika nanti ada peningkatan mobilitas masyarakat lokal, kawasan Malioboro cenderung aman.

“Kenapa Malioboro harus aman? Ini karena mayoritas orang yang ingin berjalan-jalan di DIY, muaranya biasanya ke Malioboro. Jadi, harus kami amankan dulu,” tambahnya lagi.

Hal lain yang dilakukan adalah operasi terpadu dengan pihak kepolisian.

Mereka akan merazia parkir yang tidak sesuai dengan rambu-rambu.

Baca juga: Lebih dari 3000 Pedagang Malioboro Sudah Divaksin COVID-19, Ajak Wisatawan untuk Berkunjung Lagi

“Kami tertibkan terus parkir ilegal. Jangan parkir di tempat larangan. Ini agar tidak terjadi persoalan kepadatan lalu lintas. Biasanya, macetnya itu diakibatkan oleh perilaku orang yang parkir sembarangan,” tutur Arif.

Menurutnya, Dishub Kota Yogyakarta tidak akan main-main untuk menindak kendaraan yang parkir tidak sesuai tempatnya.

Adapun sanksi yang diterima diantaranya penggembosan ban hingga penilangan.

“Sebelum pertengahan puasa, kami sudah rutin untuk menindak ya. Di area Jalan Pasar Kembang sudah tidak ada. Warga yang lewat bawa kendaraan, berhenti sebentar lalu pergi,” tukasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved