Mudik Lebaran Dilarang, Pengiriman Paket dari Luar Gunungkidul Naik 80 Persen

Paket Lebaran jadi salah satu sarana 'silahturahmi' masyarakat pada sanak saudara di kampung halaman. Lantaran ada larangan mudik

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Petugas Kantor Pos Indonesia Cabang Wonosari menyortir paket kiriman yang tiba pada Jumat (07/05/2021) pagi 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Paket Lebaran jadi salah satu sarana 'silahturahmi' masyarakat pada sanak saudara di kampung halaman.

Lantaran ada larangan mudik, pengiriman paket pun kini jadi meningkat.

Manajer Operasional PT Pos Indonesia Cabang Wonosari, Yudha Anggawa Dewantoro mengatakan ada lonjakan signifikan terhadap aktivitas pengiriman paket.

Baca juga: DPRD DIY Ungkap Penyekatan Pemudik Lewat Jaringan Telekomunikasi Lebih Efektif

"Lonjakannya sekitar 70 sampai 80 persen dibanding hari biasa," kata Yudha ditemui pada Jumat (07/05/2021) pagi.

Menurutnya, kondisi itu terjadi baik terhadap pengiriman paket yang masuk atau keluar Gunungkidul.

Per hari, pihaknya menangani sekitar 700 kilogram paket.

Yudha mengatakan asal dan tujuan pengiriman paket masih di sekitar Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jakarta.

Paket yang dikirimkan pun kebanyakan berupa kebutuhan pokok seperti makanan hingga kue kering.

"Bisa jadi karena ada larangan mudik, masyarakat akhirnya memilih mengirimkan paket bagi keluarganya," jelasnya.

Petugas Kantor Pos Indonesia Cabang Wonosari menyortir paket kiriman yang tiba pada Jumat (07/05/2021) pagi
Petugas Kantor Pos Indonesia Cabang Wonosari menyortir paket kiriman yang tiba pada Jumat (07/05/2021) pagi (TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando)

Adapun peningkatan sudah terasa sejak awal Mei ini alias sepekan terakhir.

Yudha memperkirakan arus keluar-masuk paket akan kembali normal sekitar H+3 Lebaran.

Meski ada peningkatan, ia menyebut ada sedikit penurunan sekitar 15 persen dibanding Lebaran tahun sebelumnya.

Sebab tahun lalu lebih banyak masyarakat yang tidak mudik.

"Ditambah aktivitas pegawai juga dibatasi saat itu sehingga terjadi penumpukan kiriman paket," kata Yudha.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved