Tiga Vaksin yang Diklaim Efektif Melawan Varian-varian Baru Virus Corona

Berikut ini tiga vaksin Covid-19 yang terbukti mampu memberi perlindungan terhadap varian baru virus corona

Tayang:
Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Ilustrasi vaksin Covid-19 

Satu dosis vaksin Pfizer hanya akan memberikan perlindungan 57,7% terhadap infeksi, 75,7% terhadap rawat inap, dan 77% terhadap kematian.

"Sangat penting untuk meningkatkan kekebalan Anda dengan mendapatkan vaksin dosis lengkap, dengan munculnya varian baru virus corona yang mungkin telah mengalami perubahan genetic, sehingga membuat mereka lebih tahan terhadap kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin atau setelah infeksi alami," kata Jonathan Ball, seorang profesor dari virologi molekuler di Universitas Nottingham Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Secara terpisah, sebuah tim di negara bagian Teluk Qatar melihat kemanjuran vaksin Pfizer pada populasi di sana, ketika B.1.351 dan B.1.1.7 sama-sama beredar.

Mereka menemukan hasil yang meyakinkan.

"Perkiraan efektivitas vaksin terhadap infeksi yang didokumentasikan dengan varian B.1.1.7 adalah 89,5% pada 14 hari atau lebih setelah dosis kedua. Efektivitas terhadap infeksi yang didokumentasikan dengan varian B.1.351 adalah 75%," tulis para peneliti dalam sebuah surat kepada New England Journal of Medicine.

2. Vaksin Moderna

Banyak dari varian baru virus corona yang tersebar di seluruh dunia, telah bermutasi, yang menyebabkan varian baru virus corona lebih mudah menghindari sistem kekebalan manusia, termasuk respons kekebalan yang ditimbulkan oleh vaksin.

Hal ini membuat para pejabat kesehatan khawatir, varian baru virus corona dapat berubah menjadi lebih banyak bentuk yang lebih kuat melawan efek vaksin - seperti halnya influenza yang terjadi hampir setiap tahun.

Sebab itu, pabrik vaksin Covid-19 sudah bersiap membuat dan menguji formulasi terhadap varian yang paling mengkhawatirkan.

Sama seperti vaksin Pfizer yang menggunakan desaun vaksin mRNA, Moderna juga membuatnya lebih mudah daripada sebelumnya.

Materi genetik yang digunakan sebagai dasar pembuatan vaksin dibuat di laboratorium dengan urutan yang mudah diubah.

Pembuat vaksin Moderna hari Rabu lalu juga melaporkan, bahwa dosis penguat yang memberikan setengah dosis dari vaksinnya, saat ini meningkatkan tanggapan kekebalan terhadap varian B.1.351 dan P.1.

Tanda untuk perusahaan farmasi Pfizer di Cambridge, Massachusetts, pada 18 Maret 2017, dan kantor pusat Moderna di Cambridge, Massachusetts pada 18 Mei 2020.
Ilustrasi Moderna (DOMINICK REUTER, Joseph Prezioso / AFP)

Bahkan dalam sebuah pernyataan, Moderna menyebut dosis penguat yang diformulasikan secara khusus untuk varian B.1.351 lebih efektif.

Moderna menguji dosis penguat dari vaksinnya saat ini atau versi yang dirancang khusus terhadap B.1.351 dalam uji coba Fase 2 terhadap 40 orang yang telah divaksinasi enam hingga delapan bulan sebelumnya.

Tes darah menunjukkan, separuh peserta ini memiliki respons antibodi yang rendah terhadap B.1.351 dan varian P.1 sebelum mereka mendapat suntikan penguat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved