Breaking News:

Tiga Vaksin yang Diklaim Efektif Melawan Varian-varian Baru Virus Corona

Berikut ini tiga vaksin Covid-19 yang terbukti mampu memberi perlindungan terhadap varian baru virus corona

Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Ilustrasi vaksin Covid-19 

Sehingga, para peneliti tidak dapat mengatakan, seberapa baik vaksin tersebut bekerja melawan varian tersebut secara khusus.

Dengan populasinya yang kecil, Israel dapat dengan cepat memvaksinasi sebagian besar penduduknya.

Studi tersebut menemukan, vaksin Pfizer memberikan 95,3% perlindungan terhadap infeksi dan 96,7% perlindungan terhadap kematian, tujuh hari setelah dosis kedua.

"Pada 14 hari setelah vaksinasi, perlindungan yang diberikan dengan dosis kedua meningkat menjadi 96,5% perlindungan terhadap infeksi, 98% terhadap rawat inap, dan 98,1% terhadap kematian," jelas tim peneliti.

Baca juga: Lebih dari 3000 Pedagang Malioboro Sudah Divaksin COVID-19, Ajak Wisatawan untuk Berkunjung Lagi

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Covid-19 bagi Guru dan Tendik di DI Yogyakarta Capai 60 Persen

Sementara itu, orang-orang yang hanya mendapat satu dosis vaksin mendapat tingkat perlindungan yang jauh lebih rendah.

Satu dosis vaksin Pfizer hanya akan memberikan perlindungan 57,7% terhadap infeksi, 75,7% terhadap rawat inap, dan 77% terhadap kematian.

"Sangat penting untuk meningkatkan kekebalan Anda dengan mendapatkan vaksin dosis lengkap, dengan munculnya varian baru virus corona yang mungkin telah mengalami perubahan genetic, sehingga membuat mereka lebih tahan terhadap kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin atau setelah infeksi alami," kata Jonathan Ball, seorang profesor dari virologi molekuler di Universitas Nottingham Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Secara terpisah, sebuah tim di negara bagian Teluk Qatar melihat kemanjuran vaksin Pfizer pada populasi di sana, ketika B.1.351 dan B.1.1.7 sama-sama beredar.

Mereka menemukan hasil yang meyakinkan.

"Perkiraan efektivitas vaksin terhadap infeksi yang didokumentasikan dengan varian B.1.1.7 adalah 89,5% pada 14 hari atau lebih setelah dosis kedua. Efektivitas terhadap infeksi yang didokumentasikan dengan varian B.1.351 adalah 75%," tulis para peneliti dalam sebuah surat kepada New England Journal of Medicine.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved