Kisah Warga Binaan Lapas Cebongan Sleman, Hidup Lebih Tenang Setelah Belajar Membaca Alquran
Suasana di dalam Lapas Sleman atau dikenal juga Lapas Cebongan, pagi itu normal seperti biasa. Sejumlah warga binaan beraktivitas pagi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Suasana di dalam Lapas Sleman atau dikenal juga Lapas Cebongan, pagi itu normal seperti biasa. Sejumlah warga binaan beraktivitas pagi.
ampak, ada yang sedang berolahraga di lapangan. Ada yang menjemur pakaian di depan kamar.
Ada pula, sebagian warga binaan yang beraktivitas di dalam masjid. Mereka, sedang belajar mengaji dan memperdalam agama Islam.
Satu di antaranya, AS. Pria kelahiran 1985 itu, ternyata adalah seorang mualaf.
Ia memeluk agama Islam pada Januari 2021. Selama empat bulan ini, selalu tekun belajar mengaji.
Bahkan, Ia kini sudah khatam Iqra enam [buku panduan belajar membaca alquran] dan telah diwisuda.
Baca juga: Selama Libur Idulfitri, Truk Pengangkut Galian C di Klaten Dilarang Beroperasi Selama 16 Hari
Saat membaca alquran, bacaannya terdengar sudah mulai lancar.
"Saya mulai belajar membaca alquran benar-benar dari nol," kata dia, berbincang dengan Tribun Jogja, Rabu (5/5/2021).
Pria kelahiran asli Yogyakarta itu mengaku tekun belajar membaca alquran karena ingin memiliki pedoman, dan tujuan hidup.
Sebelum ini hidupnya bagaikan terombang-ambing. Bahkan, menurut dia, seperti tidak memiliki agama karena sudah jarang sekali beribadah.
Suatu ketika, dirinya merasa terketuk, memantapkan diri berpindah agama. Islam dipilih sebagai agama barunya.
Setelah bersyahadat, kini hari-hari didalam Lapas kelas II B itu dimanfaatkan AS untuk belajar mengaji.
Ia ingin memanfaatkan waktu luang untuk hal-hal yang positif. Ke depan, baginya hidup ingin menjadi lebih baik.
"Sekarang saya merasa ada pedoman dan tujuan hidup. Jadi lebih tenang," ungkap dia, pelan.
AS masuk menjadi warga binaan di lapas Cebongan karena melanggar pasal 372 KUHP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-subsi-registrasi-dan-bimbingan-kemasyarakatan-lapas-sleman.jpg)