Breaking News:

Kasus Sate Beracun, Disperindag DIY: Pembelian Kalium Sianida Harus Ada Surat Rekomendasi

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan kalium sianida (KCN) atau kandungan berbahaya

Tribunjogja.com | Dok Polsek Sewon
Polisi melakukan penyelidikan terkait kasus Paket Sate Bakar di Bantul (kiri) | Bandiman pengemudi Ojol yang anaknya jadi korban 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan kalium sianida (KCN) atau kandungan berbahaya yang ditemukan dalam kasus sate beracun di Bantul tidak diperjualbelikan secara bebas.

Dugaannya, material berbentuk garam kristal berwarna putih ini diperoleh melalui jalur ilegal.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto mengatakan, barang-barang yang dinilai berbahaya selalu dikontrol distribusinya.

"Kalau untuk bahan berbahaya di Disperindag itu pembelian bahan harus menggunakan rekomendasi dari kami. Jadi tidak bebas diperjualbelikan," kata Yanto saat dihubungi, Rabu (5/5/2021).

Yanto mencontohkan layaknya penggunaan formalin untuk kepentingan medis, fasilitas pelayanan kesehatan sesuai prosedur wajib mengajukan permohonan untuk pengadaan barang ini ke Disperindag.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini, Rabu 5 Mei 2021

"Lalu diberikan persetujuan untuk melakukan pembelian. Dan itu juga dengan syarat-syarat, mereka harus melaporkan ke dinas tentang penggunaan bahan-bahan berbahaya tersebut," imbuh Yanto.

Mereka yang telah mengantongi surat rekomendasi dari Disperindag baru setelahnya bisa mendapat akses untuk belanja barang-barang tersebut.

"Jadi melaporkan secara berkala ke Disperindag. Dari pengecer dan penjual selalu melaporkan. Kita tetap catat itu. Yang dicatat fungsi penggunaannya itu dan dari pengecernya itu. Nanti untuk apanya tercatat," ujar Yanto.

Prosedur ini, menurut Yanto telah sesuai dengan Permendag No 75/MDag/Per/10/2014 mengenai pengawasan pendistribusian bahan berbahaya. Termasuk segala jenis sianida di dalamnya.

"Untuk jenis sianida tidak tersedia dan tidak boleh diperjual belikan oleh didistributor maupun pengecer dalam bentuk kemasan terkecil. Dan distributor dan pengecer tidak menjual dalam bentuk kemasan terkecil," urai dia.

Halaman
12
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved