Breaking News:

Antisipasi Arus Mudik, Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Gabungan Bersama TNI-Polri

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal membentuk tim gabungan bersama aparat TNI-Polri untuk melakukan pemantauan di titik-titik kedatangan

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal membentuk tim gabungan bersama aparat TNI-Polri untuk melakukan pemantauan di titik-titik kedatangan, jelang masa larangan mudik 6-17 Mei mendatang.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dari Polresta, bahwa sejak Jumat (30/4/2021) lalu, sudah banyak bus antar provinsi yang masuk, dimana sebagian besar penumpangnya ternyata urung melengkapi diri dengan surat keterangan sehat.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas SDM, Pemkot Magelang Jalin Kerja Sama dengan Universitas Tidar Magelang

"Karena itu, mulai sekarang saya minta posko-posko PPKM Mikro mulai memonitor ketat, terhadap kedatangan orang-orang yang mudik," terang Wawali, Senin (3/5/2021).

"Segera diarahkan isolasi mandiri bagi mereka yang sudah berada di Yogyakarta, minimal lima hari kalau kondisinya sehat. Setelah itu, harapannya mereka melakukan testing, entah genose, atau antigen, untuk memastikan," ujarnya.

Kemudian, bersama TNI-Polri, Pemkot akan memonitor titik-titik kedatangan, seperti terminal dan pos pemberangkatan bus melalui agen.

Menurutnya, diperlukan langkah-langkah komperhensif, supaya para pemudik yang hendak masuk Yogyakarta dapat diantisipasi, serta diminimalisir.

"Kita sudah menyusun langkah-langkah, agar tidak terjadi upaya-upaya lolos. Sekarang, yang jadi pertanyaan, kenapa mereka bisa keluar dari daerahnya tanpa surat dan segala macam? Kalau kita lihat, mereka, hampir semuanya kan tidak membawa dokumen-dokumen itu," tandasnya.

Baca juga: Pemda DIY Akui Belum Berhasil Tangani Klaster Covid-19 di Dalam DIY, Masih Ditambah Pemudik

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta tersebut menyampaikan, seharusnya semua daerah bisa bersama-sama mengantisipasi lolosnya warga dari masa pelarangan mudik. Alhasil, karena kini masih ada potensi kelolosan, pihaknya pun harus menerapkan penyaringan.

"Ada problem-problem di daerah asalnya, mereka bisa keluar tanpa persyaratan. Makanya, kita lakukan penyaringan di titik yang berpotensi jadi tempat berhentinya para pemudik itu, khususnya di Kota Yogyakarta," cetusnya. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved