Breaking News:

Pemda DIY Akui Belum Berhasil Tangani Klaster Covid-19 di Dalam DIY, Masih Ditambah Pemudik

Kasus harian Covid-19 di DIY hingga kini masih terus tinggi di sekitar angka 200-an kasus baru per hari.

Tangkapan Layar
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, dalam diskusi daring di akun YouTube Sonjo Jogja, Minggu (2/5/2021) malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus harian Covid-19 di DIY hingga kini masih terus tinggi di sekitar angka 200-an kasus baru per hari.

Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengakui pihaknya belum berhasil mengatasi klaster-klaster baru yang berasal dari dalam DIY.

Hal itu terlihat dari masih terus bermunculannya berbagai klaster, seperti klaster layatan, klaster arisan, dan klaster keluarga.

Baca juga: Pelaksanaan Salat Idulfitri Berjemaah di Masjid dan Lapangan di Klaten Diperbolehkan, Ini Syaratnya

"Sekarang ini terus terang saja mengatasi klaster-klaster baru yang di dalam saja kita belum berhasil. Ada klaster layatan, arisan, klaster keluarga," ungkapnya dalam diskusi daring di akun YouTube Sonjo Jogja, Minggu (2/5/2021) malam.

Meskipun demikian, lanjutnya, dalam waktu dekat DIY masih akan kedatangan para warga yang melakukan perjalanan ke DIY dari daerah yang belum jelas terkait zonasi Covid-19 nya.

Oleh karena itu, lanjut Aji, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah mengeluarkan larangan aktivitas mudik ke DIY pada momen lebaran tahun ini, sebagaimana telah menjadi aturan resmi pemerintah pusat.

Ia pun menekankan kepada seluruh pelaku perjalanan ke DIY harus melakukan isolasi diri selama minimal 5-7 hari, baik di shelter yang disediakan pemerintah setempat atau di rumah yang diawasi para tetangga.

"Pemerintah DIY sudah mengeluarkan larangan mudik. Semua yang datang ke DIY baik (hasil pemeriksaan Covid-19) negatif atau positif, minimal 5 hari harus isolasi baik di shelter maupun rumah yang diawasi tetangga. Kami sudah meminta di masing-masing kalurahan ada linmas yang selalu melakukan pengawasan kepada mereka yang baru datang agar tidak langsung bertemu orang di kampung mereka," papar Aji.

Baca juga: Pakar Ilmu Pemerintahan UGM Prediksikan Pemudik Tahun Ini Jauh Lebih Besar, Ini Faktornya

Aji menambahkan, pihaknya menaruh harapan kepada kalurahan untuk menjadi benteng terakhir bagi antisipasi penularan Covid-19 di wilayah masing-masing.

"Kami menaruh harapan kepada kalurahan untuk menjadi benteng terakhir untuk menjaga di sana. Saya tidak yakin menyerahkan kepada dinas perhubungan, TNI, Polri, orang kalau sudah di jalan pasti akan cari jalan lain," tandas Aji.

"Kami berharap pemerintah konsisten dengan menutup seluruh jaringan transportasi udara maupun darat, yang paling berat yang naik mobil pribadi atau motor," sambungnya. (uti) 

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved