Erupsi Gunung Merapi
Update Gunung Merapi 2 Mei 2021, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 1,5 Km Dini Hari Tadi
Awan panas guguran Gunung Merapi terjadi sekira pukul 01.44 WIB dan tercatat di seismogram dengan amplitudo 25 mm dan durasi 99 detik.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida melaporkan Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran pada Minggu (2/5/2021) malam.
Fenomena alam tersebut terjadi sekira pukul 01.44 WIB dan tercatat di seismogram dengan amplitudo 25 mm dan durasi 99 detik.
"Jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya," kata Hanik.
Sepanjang periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, gunung setinggi 2968 mdpl ini juga mengeluarkan enam kali guguran lava pijar.
Baca juga: Update Gunung Merapi 1 Mei 2021, Awan Panas Guguran Berjarak 1,3 Km Meluncur Pagi Ini
"Jarak luncur maksimal 1.000 meter dan mengarah ke barat daya," terangnya.
Lebih jauh, hasil amatan visual menunjukkan bahwa gunung tampak jelas.
Kabut 0-I hingga kabut 0-II menyelimuti kawasan puncak Merapi.
Teramati pula asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal.
"Tingginya 50 meter di atas puncak kawah," bebernya.
Sedangkan hasil pengamatan meteorologi menunjukkan bahwa cuaca berawan menyelimuti Merapi.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat.
Suhu udara 14-21 °C, kelembaban udara 68-79 %, dan tekanan udara 456-708 mmHg.
Baca juga: Dini Hari Tadi, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 500 Meter ke Barat Daya
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Hanik menyimpulkan bahwa tingkat aktivitas Gunung Merapi masih di level III atau siaga.
Terkait potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," jelasnya.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. ( Tribunjogja.com )