Erupsi Gunung Merapi
Update Gunung Merapi 1 Mei 2021, Awan Panas Guguran Berjarak 1,3 Km Meluncur Pagi Ini
Gunung Merapi mengalami awan panas guguran pagi ini pukul 07.31 WIB sebanyak 1 kali.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih menunjukkan aktivitas erupsi hingga hari ini (Sabtu, 1/5/2021).
Gunung Merapi mengalami awan panas guguran pagi ini pukul 07.31 WIB sebanyak 1 kali.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan awan panas guguran tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 91 detik
"Jarak luncur 1.300 ke arah barat daya," lanjut Hanik, Sabtu (1/5/2021).
Baca juga: Dini Hari Tadi, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 500 Meter ke Barat Daya
Pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi tampak jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.
Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.
Cuaca di Gunung Merapi berawan dan mendung.
Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 13-21°C, kelembaban udara 72-88 perse, dan tekanan udara 569-707 mmHg.
Selain itu, terjadi beberapa aktivitas kegempaan di antaranya 27 gempa guguran, 1 gempa hembusan, dan 2 gempa hybrid/fase banyak.
Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 2 Kilometer Malam Ini
"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.
Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.
Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik. ( Tribunjogja.com )