Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

BREAKING NEWS: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 2 Kilometer Malam Ini

Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran malam ini, Kamis (29/4/2021) pukul 21.12 WIB.

Dok BPPTKG
Awan panas guguran Merapi tanggal 29 April 2021 pukul 21.12 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 34 mm dan durasi 120 detik. Jarak luncur 2.000 m ke arah barat daya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran malam ini, Kamis (29/4/2021) pukul 21.12 WIB.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, melaporkan awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 34 mm dan durasi 120 detik.

"Jarak luncur 2.000 m ke arah barat daya," lanjut Hanik, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Wawancara Eksklusif: Cara Polres Bantul Mengatasi Petasan Jelang Idulfitri

Adapun pada periode hari yang sama pukul 12.00-18.00 WIB, Gunung Merapi dilaporkan mengalami 26 gempa guguran dan 8 gempa hybrid/fase banyak.

Gunung kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan. Angin bertiup sedang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 19-23°C, kelembaban udara 65-70 persen, dan tekanan udara 836-918 mmHg.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Baca juga: Pemkot Magelang Minta Semua Unsur Masyarakat Patuhi Imbauan Pemerintah Menjelang Lebaran 2021

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik. (uti)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved