Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif: Cara Polres Bantul Mengatasi Petasan Jelang Idulfitri

Penjual petasan pun marak di pinggir jalan. Selain membeli dari penjual petasan, anak-anak atau remaja bahkan membuat sendiri petasan tersebut. 

TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi S 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menyambut Idulfitri biasanya banyak remaja yang membunyikan petasan.

Penjual petasan pun marak di pinggir jalan. Selain membeli dari penjual petasan, anak-anak atau remaja bahkan membuat sendiri petasan tersebut. 

Namun bermain petasan ternyata adalah kegiatan yang dilarang oleh pemerintah.

Selain mengganggu, petasan juga berbahaya bagi masyarakat.

Bahkan di Kabupaten bantul ada tiga anak yang menjadi korban petasan. Ketiganya mengalami luka bakar, dari ringan hingga berat.

Baca juga: DPD PAN Kota Yogya Salurkan 150 Paket Santunan untuk Anak Yatim dan Duafa

Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani berkesempatan melakukan wawancara ekslusif dengan Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi S terkait petasan, berikut kutipannya.

Mengapa petasan dilarang?

Petasan merupakan bahan peledak, harus ada izinnya. Baik itu menyimpan, menggunakan, maupun memperjualbelikan. Karena petasan ini berbahaya.

Apa bahaya dari petasan?

Pertama petasan bisa menimbulkan luka orang yang menyalakan. Bisa juga berbahaya bagi orang lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved