Breaking News:

Sebanyak 3.424 Guru di Kulon Progo Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Sebanyak 3.424 guru di Kabupaten Kulon Progo telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Padahal pembelajaran tatap muka (PTM)

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebanyak 3.424 guru di Kabupaten Kulon Progo telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. 

Padahal pembelajaran tatap muka (PTM) direncanakan pada pertengahan Juli 2021 mendatang. 

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan total target vaksinasi di institusi pendidikan sebanyak 10.000 sasaran.

Baca juga: PT TWC Lakukan Pengembangan Wisata Candi Sebagai Destinasi Super Prioritas

 Jumlah tersebut tidak hanya guru melainkan pegawai yang ada di sekolah. 

"Jadi kalau dihitung kami baru memvaksin 3.424 sasaran atau 1/3 dari sasaran yang ditargetkan," kata Baning, Minggu (2/5/2021). 

Untuk vaksinasi guru di Kulon Progo dimulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

Namun vaksinasi bagi sebagian guru di tingkat SMA/SMK telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY. 

Ia menyebut, karena target penyelesaian vaksin di Kulon Progo cukup berat maka dibagi sesuai ketersediaan vaksin. 

Yaitu 40-45 persen untuk lansia, 40-45 persen untuk tenaga pendidik dan 10-20 persen untuk pelayanan publik. 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo, Arif Prastowo mengatakan saat ini pihaknya sedang menyiapkan penerapan protokol kesehatan (prokes) terutama ketersediaan sarana prasarana (sarpras) apabila PTM benar-benar dilaksanakan pada Juli 2021.

Selain itu, Disdikpora Kulon Progo juga telah menggelar simulasi PTM di tingkat SD yang berlangsung pada 26-29 April 2021 lalu. 

Simulasi tersebut diikuti sebanyak 55 SD negeri dan swasta. 

Baca juga: BCA Gelar Program Business Matching di UMKM Festival

Dari hasil simulasi itu, pihaknya akan mengantisipasi apabila terdapat kekurangan terkait sarpras maupun prosedur operasi standar termasuk manajemen resiko bila ada anak yang mengalami gangguan kesehatan di kelas. 

"Kami berharap sekolah-sekolah yang tidak menjalani PTM bisa belajar dari hasil evaluasi. Sebab masih ada 283 SD negeri dan swasta di Kulon Progo yang belum menjalani simulasi PTM," ucapnya. (scp) 

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved