Breaking News:

Mulai Banyak Pemudik Datang, Pemkab Gunungkidul Maksimalkan PPKM Skala Mikro

Mulai Banyak Pemudik Datang, Pemkab Gunungkidul Maksimalkan PPKM Skala Mikro

TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Gunungkidul, Drg. Dyah Mayun Hartanti 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Meski sudah ada larangan mudik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengaku tak bisa berbuat banyak bagi pemudik yang sudah terlanjur datang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) pun berharap ada pencegahan lewat jalur lain.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Gunungkidul, Drg. Dyah Mayun Hartanti mengharapkan adanya efektivitas pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

"Justru PPKM Mikro harus benar-benar dihidupkan untuk menangani mereka yang terlanjur mudik," kata Dyah di Sekretariat Daerah (Setda) Gunungkidul, Jumat (30/04/2021).

Ia menilai, PPKM Mikro sangat efektif untuk menekan laju penyebaran kasus COVID-19.

Itu sebabnya, skema ini juga layak diterapkan pada mereka yang sudah terlanjur kembali ke kampung halaman.

Dyah pun mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) di kapanewon dan kalurahan terus berkoordinasi dan bersinergi. Khususnya dalam memantau para pemudik yang nekat kembali.

Baca juga: Waki Bupati Gunungkidul Minta Pemudik yang Terlanjur Tiba di Kampung Halaman Jalani Isolasi di Rumah

Baca juga: Cegat Pemudik, Polres Gunungkidul Siapkan Dua Pos Penyekatan di Patuk dan Bedoyo

"Perlu ada dukungan juga jadi Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk membantu pemantauan," ujarnya.

Mengacu data terkini, Dyah menyebut 98,56 persen RT (Rukun Tetangga) di Gunungkidul dinyatakan sebagai Zona Hijau atau bebas dari COVID-19. Angka itu setara dengan 6.755 RT

Menurutnya, saat ini terdapat 3 Zona Oranye di Kapanewon Playen, Panggang, dan Karangmojo. Terdapat 1 Zona Merah di Playen yang berkaitan dengan kluster hajatan beberapa waktu lalu.

"Masih Zona merah sebab masa isolasi mandirinya belum selesai," jelas Dyah.

Dinkes Gunungkidul siap berkoordinasi dengan Polres dalam hal Penyekatan di jalur utama. Jika ada pengendara yang memiliki gejala serupa COVID-19 saat diperiksa, maka akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

Sebelumnya, Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto menyatakan isolasi mandiri (isoman) tak wajib bagi pemudik yang sudah terlanjur datang. Alasannya, di pintu Penyekatan pemeriksaan sudah dilakukan.

"Yang penting mereka memiliki surat keterangan bebas COVID-19 dan mematuhi protokol kesehatan (prokes)," kata Heri.

Meski tak wajib, ia tetap menyarankan pemudik yang sudah kembali untuk lebih banyak berdiam di rumah bersama keluarga. Satgas pun diminta untuk melakukan pengawasan.(Tribunjogja/Alexander Ermando)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved