Breaking News:

Pemda DIY Alokasikan Dana Keistimewaan untuk Program Pemberdayaan Perempuan

Paniradya Kaistimewan atau lembaga yang mengurusi keistimewaan DIY berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas masyarakat Yogya dengan memanfaatkan

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Salah satu kegiatan sosialisasi pemberdayaan perempuan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Paniradya Kaistimewan atau lembaga yang mengurusi keistimewaan DIY berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas masyarakat Yogya dengan memanfaatkan dana keistimewaan (danais).

Seperti diketahui, Visi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah terwujudnya peningkatan kemuliaan martabat manusia Yogyakarta.

Di sisi lain, masyarakat masih memiliki persoalan kesejahteraan mulai dari aspek kemiskinan, ketimpangan antar kelompok pendapatan, dan tingginya angka ketergantungan yang cukup tinggi. Semua persoalan tersebut sebenarnya bermuara pada ketahanan keluarga.

Seperti diketahui, peradaban menjadi salah satu unsur kebudayaan sehingga termasuk dalam aspek keistimewaan DIY. Dengan demikian, program pemberdayaan perempuan dan anak bisa memanfaatkan danais.

Baca juga: Kick Off Program BEKUP 2021 untuk Membangkitkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

"Dana keistimewaan pun juga berkaitan dengan peradaban dan penghidupan dari manusia itu sendiri," jelas Paniradya Pati, Aris Eko Nugroho saat ditemui di kantornya, Rabu (28/4/2021).

Upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan segala persoalan kesejahteraan tersebut banyak ragamnya. 

Mulai dari pemberdayaan, pemahaman mengenai kesetaraan gender, peningkatan kualitas dan ketahanan keluarga, pengendalian penduduk, maupun pendewasaan usia perkawinan.

Adapun implementasi di lapangan, dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY yang terjun langsung ke desa-desa.

Pemberdayaan pada kelompok perempuan dilakukan dengan pemberdayaan ekonomi melalui pembentukan Desa PRIMA (Perempuan Indonesia Maju Mandiri).

Aris menyebut bahwa sejauh ini telah terbentuk sebanyak 112 desa Prima yang tersebar di seluruh DIY.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved