Breaking News:

Yogyakarta

Organda DIY Sebut Larangan Mudik Bisa Picu Munculnya Angkutan Liar

Organda DIY mengkhawatirkan munculnya angkutan-angkutan liar yang tidak terkendali sehingga akan sulit dimonitoring protokol kesehatan.

ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY meminta Pemerintah memberikan solusi tentang adanya pengetatan dan larangan mudik Lebaran 2021.  

"Kami kan bekerja memindahkan orang dari satu titik ke titik tertentu, kalau semakin diperketat berarti tidak ada ruang bergerak," ujar Ketua DPD Organda DIY V, Hantoro, Rabu (28/4/2021).

Ia mengatakan bahwa orang yang menggunakan angkutan darat atau angkutan umum kebanyakan berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Pasalnya angkutan darat lebih murah dan memiliki waktu yang lebih fleksibel.

Sementara pemudik dari Jakarta dan kota besar lainnya, yang menggunakan jasa angkutan darat kebanyakan adalah yang bekerja di sektor informal.  

"Pertama, mereka ingin bertemu keluarga, yang kedua karena pekerjaannya tidak beroperasi, contohnya di proyek, kalau proyek tutup mereka harus tinggal di mana, mending memilih pulang. Mereka kalau tidak bekerja ya tidak dapat uang, mending pulang ke rumah untuk mengelola dan makan hasil pekerangan," ujarnya.

Baca juga: Dishub DIY Antisipasi adanya Angkutan Barang dan Angkutan Gelap yang Digunakan untuk Mudik

Adapun Satgas Penanganan COVID-19 telah mengeluarkan addendum Surat edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik IdulFitri tahun 1442 H.

Addendum ini untuk mengatur pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri selama H-14 peniadaan mudik (22 April - 5 Mei 2021) dan H+7 paniadaan mudik (18-24 Mei 2021).

Pelaku perjalanan diminta untuk melakukan tes PCR, rapid antigen maupun GeNose c19 yang diambil dalam kurun waktu 1x24 jam jika hendak bepergian dengan angkutan bus.

Terkait aturan tersebut, Hantoro mengatakan bahwa hal itu akan mempersulit masyarakat dari kalangan menengah ke bawah untuk mudik.

Halaman
123
Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved