Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif: BOB Sosialisasikan Masterplan Zona Otorita Borobudur Highland
Badan Otorita Borobudur (BOB) akan membangun dan mengelola Kawasan Pariwisata bernama Borobudur Highland di perbatasan Kabupaten Purworejo
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Otorita Borobudur (BOB) akan membangun dan mengelola Kawasan Pariwisata bernama Borobudur Highland di perbatasan Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo.
Kawasan pariwisata tersebut dibangun di lahan seluas 309 hektar.
Dengan gerbang masuk melalui dua wilayah yakni Sedayu, Kabupaten Purworejo dan Nglinggo, Kabupaten Kulon Progo.
Saat ini BOB telah mempunyai masterplan terhadap pengembangan Zona Otorita Kawasan Pariwisata Borobudur tersebut.
Sehingga sebelum pembangunan berjalan, perlu diadakan sosialisasi terkait masterplan pengembangan kawasan itu.
Baca juga: Terjaring Tak Bawa Surat, Belasan Pengendara Luar Daerah Jalani Tes di Pos Polisi Prambanan Klaten
Reporter Tribun Jogja Sri Cahyani Putri berkesempatan untuk berbincang dengan Direktur Utama BOB, Indah Juanita.
Apa tujuan dilakukan sosialisasi masterplan zona otorita kawasan pariwisata Borobudur Highland?
Untuk memberikan informasi detail masterplan kepada pemerintah daerah yang berada di sekitar kawasan zona otoritatif.
Selain itu untuk memberikan pemahaman detail isi dari masterplan yang menerangkan seberapa banyak pengaruh daerah dengan adanya kegiatan dari masterplan, menerangkan kepada pemerintah daerah terkait efek positif dari pengembangan kawasan tersebut.
Apa saja yang akan dibangun di dalam masterplan?
Ada dua. Pertama tanah di atas hak pengelolaan (HPL) yang dibangun lebih masif dan berbentuk vila. Kedua di atas lahan kerjasama perhutani seluas 259 hektar dengan nomadic tourism.
Berapa nilai investasi untuk pengembangan kawasan Borobudur Highland?
Pengembangan kawasan itu membutuhkan nilai investasi sekitar Rp 1,3 triliun dan infrastruktur dasar sekitar Rp 290 Milyar untuk pembangunan jalur jalan, air bersih, air minum dan sebagainya.
Ada berapa zona yang ada di kawasan Borobudur Highland?
Ada lima zona yang terbagi menjadi zona gerbang masuk, zona ressort ekslusif, zona wisata petualangan, zona wisata budaya, dan zona ekstrem.
Sarana dan wahana apa saja yang dikembangkan di Borobudur Highland?
Nanti akan ada komersial UMKM, Amphitheater, Taman Anggrek, Tree Top Cycling, Mountains Biking, Multimedia Night Walk, Zip Coaster, Outbond Centre, Children Playgroup and mini zoo, Borobudur Conner, Health, Spa and Wellness Centre, Forest Trachinh dan Offroad.
Baca juga: Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, SDN Lempuyangwangi Buka 7 Ruang Kelas
Apakah manfaat dari adanya Borobudur Highland bagi masyarakat dan lingkungan sekitar?
Masyarakat tentunya akan mendapatkan manfaat banyak sekali. Salah satunya penyerapan tenaga kerja. Sehingga masyarakat harus memiliki keterampilan baik sebelum kontruksi, waktu kontruksi dan operasional.
Untuk operasional, tenaga kerja akan mengoperasikan kawasan baik pemeliharaan maupun pengelolaan kawasan.
Selain itu akan ada pertumbuhan nilai lahan di sekitarnya dan logistik yang bisa didapatkan dari lingkungan di sekitarnya.
Berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk Borobudur Highland?
Hingga 2030, jumlah tenaga kerja mencapai 1.800 orang dengan jumlah kamar yang akan dibangun sebanyak 1.050 kamar. (Scp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/direktur-utama-bob-indah-juanita-27421.jpg)