Larangan Mudik Lebaran 2021

Pemudik yang Tak Mau Rapid Test, Tidak Boleh Masuk Desa Sumbermulyo Bantul

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bahwa penyekatan sebenarnya sudah dilakukan secara berlapis, dari satu daerah

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah dan aparat yang berwenang melakukan pengetatan perjalan mudik.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bahwa penyekatan sebenarnya sudah dilakukan secara berlapis, dari satu daerah ke daerah lain.

Sebelum masuk ke DIY, pengendara akan diperiksa oleh petugas dari provinsi lain.

Jika ada pemudik yang lolos diperiksa di daerah lain, maka akan menghadapi lagi pemeriksaan di pintu masuk DIY.

Baca juga: Sepekan Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Disdikpora DIY Klaim Pembelajaran Berjalan Lancar

Jika masih tetap bisa lolos, maka tugas dari Satgas tingkat desa yang akan melakukan penindakan.

"Kalau ada yang lolos, maka lingkup desa yang berperan dengan satgas desa, yakni memberlakukan isolasi mandiri selama 5 hari bagi mereka yang datang. Harapannya masyarakat memahami, karena tingkat penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi," ujarnya.

Terkait kesiapan satgas desa, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Bantul, Ani Widayani yang juga merupakan Lurah Sumbermulyo mengatakan bahwa relawan sudah disiapkan dari tingkat desa/kalurahan sampai dengan tingkat padukuhan dan RT RW.

Ani menyatakan bahwa sudah ada 44 kalurahan yang sudah menyiapkan shelter karantina.

Sarana dan prasarana atau kebutuhan di shelter-shelter tersebut pun sudah disiapkan seperti kasur, kompor, dispenser.

Terkhusus untuk Sumbermulyo, Ani menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan posko di pintu-pintu masuk desa/kalurahan.

Posko tersebut akan dijaga oleh relawan tingkat kalurahan. Ada pula pos di pintu masuk padukuhan yang dijaga relawan pedukuhan.

Ia mengatakan bahwa saat ini belum terpantau pemudik yang masuk di Sumbermulyo. Jika nanti ada pemudik, maka pendataan akan dilakukan dari tingkat RT dan bertahap akan diteruskan ke padukuhan dan kalurahan.  

Relawan akan melakukan pemeriksaan syarat-syarat bagi pemudik, seperti hasil rapid test dan surat perjalan dari pemerintah setempat.

Jika tidak memiliki surat rapid test, maka petugas akan mengantar pemudik ke puskesmas atau rumah sakit untuk dilakukan skrining.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved