Keluarga Awak KRI Nanggala 402 di Bantul Berharap Pemerintah Tidak Terlambat Evakuasi

Kapal selam KRI Nanggala 402 hilang saat berpartisipasi dalam latihan di perairan Selat Bali, Rabu (21/04/2021) lalu. Kapal buatan Jerman

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO
ILUSTRASI Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kapal selam KRI Nanggala 402 hilang saat berpartisipasi dalam latihan di perairan Selat Bali, Rabu (21/04/2021) lalu. Kapal buatan Jerman tersebut berisi 53 awak kapal. 

KLS Isy Gunadi Fajar Rachmanto diduga menjadi salah satu awak kapal selam KRI Nanggala 402 tersebut. Gunadi merupakan warga Padukuhan Ngreco, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul.

Ayah Gunadi, Sunaryo (48) mengatakan dirinya mendapat kabar dari menantunya bahwa kapal Gunadi hilang kontak. Hingga saat ini pun ia belum mendapat informasi yang jelas terkait nasib anaknya. 

Baca juga: Piala Menpora 2021: Jelang Laga PSS Sleman vs PSM Makassar, Pertandingan Sengit Berebut Juara

"Saya dapat kabar dari menantu, istri anak saya (Gunadi). Katanya hilang kontak. Dia (istri Gunadi) dapat kabar dari teman-teman Gunadi. Kita pastikan dengan melihat berita. Memang KRI Nanggala 402 ini adalah kapal yang ditumpangi anak saya," katanya, Jumat (23/04/2021).

Ayah dua anak tersebut mengungkapkan terakhir bertemu Gunadi sekitar satu bulan lalu untuk tujuh bulanan. Istri Gunadi memang sedang mengandung.

Sedangkan komunikasi melalui handphone terakhir pada Minggu (18/04/2021) lalu. 

Setiap minggu, anak pertama dari dua bersaudara tersebut memang menelpon ibunya untuk berpamitan berlayar. 

"Minggu kemarin telpon ibunya,pamit untuk berlayar. Setelah itu tidak ada kabar lagi, handphonenya mati. Kemudian dapat kabar Rabu kemarin hilang kontak,"ujarnya. 

Saat ini, Sunaryo hanya bisa bersabar menunggu kabar resmi dari pemerintah. Ia pun belum mengetahui apakah akan ke Banyuwangi, Jawa Timur atau tidak.

Informasi yang ia terima sejauh ini hanya dari menantunya, Dwi Ari Ashanti. 

Baca juga: UWM Yogyakarta Akan Segera Bangun Kampus Baru, Bakal Miliki Religious Center

Ia hanya berharap agar pemerintah tidak terlambat dalam melakukan evakuasi, sehingga anaknya dan semua kru kapal bisa diselamatkan. Pihak keluarga optimis, Gunadi bisa selamat. 

Gunadi memulai karirnya sebagai anggota TNI AL sejak 2014. Awalnya Gunadi bertugas di Koarmada I. Setelah berjalan beberapa tahun, Gunadi sekolah lagi di sekolah kapal selam dan pindah di armada II di Surabaya. 

Suami dari Dwi Ari Ashanti tersebut berkerja sekitar dua tahunan di Koarmada II dan bekerja di KRU Nanggala 402 bagian sonar hingga saat ini. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved