Breaking News:

Pendidikan

80 Persen Perguruan Tinggi di DI Yogyakarta Sudah Siap Kuliah Tatap Muka pada Juli 2021

UAD sudah mempersiapkan diri untuk 40 sampai 50 persen pelaksanaan kuliah tatap muka.

Pixabay.com / Alexandra_Koch
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Koordinasi terkait perkuliahan tatap muka (luring) sudah dilakukan antara Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-DIY.

Maka dari itu, Perguruan Tinggi (PT) di wilayah DIY harus segera menyiapkan diri untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka (luring) di semester ganjil tahun akademik 2021/2022, antara bulan Juli atau awal September 2021.

Hal itu disampaikan Kepala LLDikti Wilayah V, Prof. Dr. Didi Achjari disela-sela penyerahan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (SK Mendikbud RI) tentang Izin Pembukaan Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Program Magister Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kepada Rektor UAD, Muchlas, Rabu (21/4/2021) kemarin.

Baca juga: Dosen UAD Yogyakarta Bantu Warga Sentolo Kulon Progo Tingkatkan Nilai Ekonomi Kelapa

Menurut Prof Didi, 80 persen kampus di DIY sudah siap untuk melaksanakan kuliah tatap muka di semester depan.

Namun, perkuliahan blended atau hybrid learning yang pada dasarnya merupakan gabungan (bauran) pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual ini, tidak serta merta diwajibkan untuk seluruh kampus.

"Semua tergantung pada kesiapan dan kemampuan masing-masing PT. Jika masih belum yakin bisa menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan baik, maka masih diijinkan untuk daring terlebih dulu," ujarnya.

Ia pun berharap vaksinasi tahap kedua untuk tenaga kependidikan (tendik) bisa direalisasikan Mei 2021 sehingga semua merasa aman menjalankan perkuliahan secara tatap muka, dan mahasiswa juga tidak ragu untuk mengikuti perkuliahan offline.

Sementara itu, Rektor UAD, Muchlas mengatakan bahwa UAD sendiri sudah mempersiapkan diri untuk 40 sampai 50 persen pelaksanaan kuliah tatap muka.

Baca juga: PPKn UAD Gelar Diskusi untuk Kuatkan Literasi Budaya dan Kewargaan

Terutama dalam hal infrastruktur ruangan perkuliahan harus betul-betul sesuai dengan aturan prokes dari Satuan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY.

"Dan, untuk selebihnya masih akan dilakukan perkuliahan secara daring," jelasnya.

Adapun UAD sendiri mengajukan ijin pembukaan Prodi S2 Teknik Kimia berangkat dari semangat masih kurangnya Prodi Teknik Kimia Program Magister di Indonesia, khususnya di DIY.

"Alhamdulillah hari ini UAD akan menerima SK tersebut. Salah satu tujuan pembukaan prodi ini adalah untuk menghasilkan tenaga magister yang memiliki cukup kompetensi untuk membawa industri, khususnya yang terkait dengan bidang pengembangan energi khususnya renewable energy (energi terbarukan), pengolahan pangan dan obat-obatan, dan lingkungan, agar bisa lebih maju lagi," ungkapnya.

Ia berharap, ke depannya prodi ini dapat menjadi center of excellence khususnya dalam bidang-bidang tersebut. Sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di LLDikti Wilayah V, dan mampu menghasilkan ahli ahli kimia yang bisa menunjang kemandirian bangsa.( Tribunjogja.com )  

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved