Pemudik di Kulon Progo Diminta Serahkan Surat Bebas Covid-19 ke Kalurahan Masing-masing

Pemudik yang ingin menghabiskan momen lebaran ke kampung halamannya di Kabupaten Kulon Progo dapat menyerahkan surat hasil rapid tes

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemudik yang ingin menghabiskan momen lebaran ke kampung halamannya di Kabupaten Kulon Progo dapat menyerahkan surat hasil rapid tes antigen ke gugus tugas penanganan Covid-19 di tingkat kalurahannya masing-masing. 

Sebab, surat rapid tes antigen tersebut digunakan sebagai syarat mereka terbebas dari virus corona. 

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan pihaknya sebelumnya akan memberikan surat edaran (SE) atau intruksi ke tingkat kalurahan bilamana ada pemudik yang datang untuk bisa menyertakan surat hasil rapid tes antigen tersebut. 

Baca juga: Muncul Klaster Covid-19 Saat Ramadan, Kemenag Gunungkidul Imbau Masjid Perhatikan Zona Rawan

Sementara bila ditemukan pemudik yang tidak bisa menyertakan surat bebas Covid-19 tersebut mereka bisa melakukan pemeriksaan rapid tes antigen ketika sampai di Kulon Progo

"Yang jelas surat hasil rapid tes antigen dengan masa berlaku 2×24 jam tetap menjadi syarat bagi pemudik. Lebih dari itu maka bukti surat rapid tes antigen tidak berlaku," ucapnya, Rabu (21/4/2021). 

Berdasarkan pengamatan dari tim gugus tugas, juga belum ada laporan orang yang akan mudik ke Kulon Progo hingga saat ini. 

Bahkan gugus tugas tetap melakukan pendataan zonasi di tiap kalurahan untuk melihat wilayah mana saja yang boleh dan tidak boleh didatangi oleh pemudik

Upaya ini juga dilakukan untuk memantau setiap masyarakat yang masih menjalani karantina di wilayahnya masing-masing. 

Sehingga apabila ada penambahan orang yang menjalani karantina akan terpantau. 

Meski belum menerima laporan adanya pemudik, namun kata Fajar, mobilitas pelaku perjalanan sempat meningkat pada H-7 sebelum puasa yang jatuh pada 13 April 2021 lalu. 

Baca juga: MY Esti Wijayati: Perempuan Perlu Ikuti Musyawarah di Daerah, Terlibat dalam Pengambilan Keputusan

"Mobilisas tinggi kemungkinan karena masyarakat menyiapkan keperluan sebelum puasa dilakukan atau tugas-tugas yang belum selesai mereka selesaikan sebelum puasa. Misalnya mereka kulakan atau lain-lainnya," kata Fajar. 

Selain di tingkat kalurahan, pemantauan juga akan dilakukan di tempat-tempat wisata ketika lebaran tiba. 

Terutama penerapan protokol kesehatan (proses) bisa dijalankan dengan ketat. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved