Hingga Senin Pagi Ini Guguran Lava Pijar Merapi Meluncur 16 Kali, Jarak Luncur Capai 1,5 Km
pada periode pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB teramati 16 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.500 m
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini, Senin (19/4/2021).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan, pada periode pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB teramati 16 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.500 m ke arah barat daya.
Secara visual gunung tampak jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
Aktivitas kegempaan pada periode ini antara lain 29 gempa guguran, 2 gempa hybrid/fase banyak, dan 1 gempa vulkanik dangkal.
Cuaca Gunung Merapi berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 13-21°C, kelembaban udara 67-80 persen, dan tekanan udara 567-707 mmHg.
Sementara, pada periode 6 jam sebelumnya, Minggu (18/4/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 1.300 m mengarah ke barat daya.
Selain itu, teramati 15 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya.
Pada periode ini, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.
Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.
Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 1 awan panas guguran, 43 gempa guguran, 3 gempa hembusan, 9 gempa hybrid/fase banyak, dan 2 gempa vulkanik dangkal.
Sementara, cuaca Merapi berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, barat, dan barat laut. Suhu udara 14-21°C, kelembaban udara 56-99 persen, dan tekanan udara 570-709 mmHg.
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menyampaikan Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik. (*)