Breaking News:

Kriminalitas

Penyalahgunaan Pil Sapi Tinggi di Remaja, Polres Gunungkidul Minta Ortu Ikut Awasi

Pil sapi tergolong keras, diperuntukkan bagi mereka yang mengalami gangguan kecemasan dan kurang tidur.

TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kasat Res Narkoba Polres Gunungkidul, AKP Dwi Astuti Handayani 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Gunungkidul kembali mengungkap delapan kasus baru penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Adapun sebagian besar barang bukti yang diamankan berupa pil berlogo Y atau populer dengan sebutan pil sapi.

Kasat Res Narkoba Polres Gunungkidul AKP Dwi Astuti Handayani pil jenis ini memang paling marak diperjualbelikan.

Sasarannya pun kebanyakan para remaja.

"Selain karena pangsa pasar remaja, harga pil sapi juga terbilang murah," jelas Dwi di Mapolres Gunungkidul, Kamis (15/04/2021).

Baca juga: Polres Gunungkidul Ungkap 8 Kasus Penyalahgunaan Narkotika di 2 Bulan Terakhir

Umumnya, pil ini dijual dengan harga Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu per bagor.

Bagor merupakan istilah umum dalam transaksi pil sapi, yaitu berupa satu kantong plastik kecil berisi 10 butir pil.

Dwi menjelaskan pil ini boleh dikonsumsi sendiri namun wajib dengan surat dokter.

Sebab obat ini tergolong keras, diperuntukkan bagi mereka yang mengalami gangguan kecemasan dan kurang tidur.

"Pil ini aslinya untuk penderita Parkinson, yang berkaitan dengan saraf," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved