Breaking News:

Pakar UGM: Benteng Utama agar Tidak Terpapar Paham Terorisme adalah Keluarga

Ketua Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Armaidy Armawi MSi menjelaskan, adanya terorisme

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
ist
Ilustrasi terorisme 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selain pandemi Covid-19, Indonesia juga sedang menghadapi isu terorisme yang selalu muncul setiap tahun.

Ketua Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Armaidy Armawi MSi menjelaskan, adanya terorisme itu tidak datang secara tiba-tiba.

Ia menilai, terorisme itu turut hadir dari proses yang terjadi di internasional. Sehingga, publik tidak bisa melihat sepotong-sepotong jika membicarakan masalah terorisme.

Baca juga: Polres Magelang Kota Bagikan Leaflet Imbauan dalam Ops Keselamatan Candi 2021

“Yang harus dipikirkan adalah, bagaimana kita harus membuat sistem pertahanan mikro sehingga ketahanan keluarga cukup kuat,” ungkapnya ketika dijumpai Tribun Jogja di kantornya, Rabu (14/4/2021).

Prof Armaidy menjelaskan, semakin kuat ketahanan keluarga, maka paham-paham terorisme itu sulit berkembang.

“Benteng utama agar tidak terpapar paham terorisme itu kan keluarga, terutama persoalan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan di dalam keluarga itu,” bebernya.

Menurutnya, ada dua kunci agar keluarga bisa bertahan dengan baik, yakni keamanan dan kesejahteraan.

Sehingga, dalam konteks ketahanan nasional, pembicaraannya mengarah pada bagaimana melibatkan kekuatan masyarakat yang dimulai dari lingkup terkecil.

“Kita berupaya untuk mentransformasikan itu di lingkup-lingkup kecil. Setiap individu itu harus dirawat dengan baik,” paparnya.

Baca juga: Dinkes DIY Prioritaskan Vaksinasi COVID-19 untuk Kalangan Lansia

Ia mencontohkan, jika ada seorang anak yang tidak mendapatkan rasa aman di keluarga, bisa saja anak itu akan mencari keamanan di tempat lain.

Hal ini lantaran keamanan dan kesejahteraan individu adalah hal yang dibutuhkan dan tak terelakkan.

Maka, pemerintah harus berupaya untuk mengatasi kerentanan itu agar tidak repot menghadapi masalah terorisme di masa yang akan datang.

“Negara harus hadir, komunitas saling mengingatkan dan pejabat negara harus mencontohkan hal yang baik agar ada kepercayaan masyarakat dengan pemerintah. Jangan sampai, bantuan untuk rakyat disunat juga kan,” tandas Prof Armaidy. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved