Kabupaten Bantul

Banyak Pertimbangan, Dinkes Bantul Tidak Melakukan Vaksinasi dengan Sistem Drive Thru

Jumlah fasilitas layanan kesehatan yang mencukupi di Bantul membuat Dinkes memutuskan untuk tidak melaksanakan vaksinasi dengan sistem drive thru.

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
SHUTTERSTOCK/Orpheus FX
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Saat ini pemerintah gencar melaksanakan vaksinasi COVID-19 dengan beberapa sasaran prioritas.

Agar vaksinasi lebih cepat, beberapa daerah di Indonesia melakukan vaksinasi dengan cara drive thru, satu di antaranya adalah Kabupaten Sleman. 

Meski Kabupaten Sleman telah mengawali vaksinasi COVID-19 secara drive thru, Kabupaten Bantul enggan melakukan vaksinasi dengan cara yang sama. 

Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Abednego Dani Nugroho mengatakan vaksinasi melalui sistem drive thru membutuhkan banyak pertimbangan.

Baca juga: Vaksinasi Lansia di Bantul Tetap Berjalan Saat Bulan Puasa

Hal itu karena keterbatasan persediaan vaksin di Kabupaten Bantul. 

Meski kiriman vaksin dari Dinas Kesehatan DIY terus bertambah, namun ada beberapa kelompok yang menjadi prioritas vaksinasi.

Vaksin tersebut juga akan langsung didistribusikan ke puskemas-puskemas di Kabupaten Bantul, untuk memperlancar vaksinasi.

"Kemarin dari Dinkes DIY datang kira-kira 10.000 dosis, untuk 5.000 sasaran. Vaksin langsung kami distribusikan ke puskemas-puskemas, paling tidak setiap puskemas menerima 200 dosis. Vaksin tersebut akan kami prioritaskan untuk lansia, dan mungkin untuk menyelesaikan vaksinasi pelayan publik,"katanya, Rabu (14/04/2021).

Selain jumlah vaksin yang terbatas, pertimbangan lainnya adalah pemantauan dampak vaksin.

Setelah disuntik, penerima vaksin diminta untuk istirahat 30 menit sebelum diperbolehkan pulang.

Menurut dia, pemantauan tersebut akan sulit dilakukan jika dilaksanakan secara drive thru.

"Pemantauan 30 menitnya bagaimana? Apakah harus tetap menunggu di dalam mobil atau seperti apa? Apalagi tidak semua penerima sasaran punya mobil. Banyak pertimbangan kalau mau dilakukan secara drive thru,"lanjutnya.

Baca juga: Ada 7.000 Pelaku Pariwisata, Dinpar Bantul Selektif Mendata Sasaran Vaksin

Abed juga menyebut jumlah fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Bantul mencukupi.

Dengan demikian, Kabupaten Bantul memutuskan untuk tidak melaksanakan vaksinasi dengan sistem drive thru.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved