Antisipasi Bibit Siklon Tropis W95, BPBD DIY Andalkan 266 Destana di DI Yogyakarta
Guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem akibat kemunculan bibit siklon tropis sepanjang 13-19 April 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem akibat kemunculan bibit siklon tropis sepanjang 13-19 April 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY telah memperkuat kelembagaan 266 Desa Tanggap Bencana (Destana) yang tersebar di DI Yogyakarta.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengungkapkan, di musim bencana pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi secara terencana dan sistematis.
Upaya itu dilakukan sebelum musim penghujan tiba. Salah satunya dengan memperkuat Destana.
Baca juga: Cerita Diana Fitrianingsih, Semangat Puasa Ramadan 17 Jam di Jerman Selama Pandemi
"Mitigasi kan secara terencana dan sistematis. Jadi bukan reaktif ya, dalam arti kalau setiap ada peringatan baru kita lakukan (mitigasi), bukan seperti itu," terangnya Rabu (14/4/2021).
Jelang musim penghujan, pihaknya telah mengintensifkan kegiatan sosialisasi dan edukasi dengan melibatkan BMKG, Destana, hingga Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
"Mewaspadai potensi yang ada di lingkungan jika ada ancaman hujan lebat atau angin. Secara periodik kita lakukan pertemuan pertemuan," terangnya.
Segala kelembagaan untuk mengantisipasi ancaman cuaca ektrim telah dibentuk di masing-masing Destana.
Mereka dibekali pengetahuan kebencanaan sesuai dengan potensi ancaman bencana di wilayah masing-masing.
"Daerah yang ada di kawasan rawan banjir, angin kencang itu kita lakukan pelatihan sampai penyusunan rencana kontinjensi dan rencana pengurangan resiko bencana," bebernya.
Melalui pendekatan itu, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat untuk menghadapi potensi bencana yang ada.
Biwara merinci, saat ini sudah terbentuk sebanyak 266 Destana dari total 301 desa yang berada di kawasan rawan bencana.
"Kalau di DIY kita punya 478 desa-desa," tambahnya.
Baca juga: Pakar UGM: Benteng Utama agar Tidak Terpapar Paham Terorisme adalah Keluarga
Lebih jauh Biwara juga memastikan bahwa anggaran penanganan bencana di DIY masih mencukupi.
Menurutnya, dana kebencanaan diakses dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) yang tahun ini disediakan sebesar Rp 66 miliar.
"Itu (BTT) bisa diakses kalau ada status tanggap darurat. Kalau bicara potensi tadi ada yang sudah kita siapkan reguler misalnya belanja alat alat kerja bakti kalau ada longsor. Kalau ada kedaruratan juga ada," bebernya. (tro)