Kabupaten Gunungkidul
Ramadan 2021, Pemkab Gunungkidul Siapkan Safari Tarawih Bupati
Jika sebelumnya Safari Tarawih dilakukan per kapanewon (kecamatan), kini hanya dilakukan maksimal dua kali untuk tiap kelompok masyarakat.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Awal bulan Ramadan diperkirakan akan jatuh pada Selasa (13/04/2021) besok.
Umat muslim pun bersiap melaksanakan ibadah puasa selama sebulan, tak terkecuali di Gunungkidul.
Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Drajad Ruswandono mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan agenda Safari Tarawih bagi Bupati.
"Saya sebelumnya sudah menyampaikan ke Bupati soal konsep Safari Tarawih," kata Drajad, Senin (12/04/2021).
Ia menjelaskan, Safari Tarawih kali ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Berangsur Turun
Pertimbangannya adalah situasi pandemi COVID-19 yang masih dinamis.
Jika sebelumnya Safari Tarawih dilakukan per kapanewon (kecamatan), kini hanya dilakukan maksimal dua kali untuk tiap kelompok masyarakat.
Lokasinya pun akan berbeda antara satu dengan lainnya.
"Misalnya dengan kelompok A di zona utara, yang B di zona selatan. Seperti itu," jelas Drajad.
Namun ia mengatakan zona kerawanan COVID-19 tetap jadi pertimbangan.
Zona tersebut jadi penentu wilayah mana saja yang bisa dilakukan Safari Tarawih bersama bupati.
Drajad mengatakan Sunaryanta sebagai Bupati juga sudah mengutarakan keinginannya agar Ramadan kali ini bisa lebih dekat dengan warga.
Itu sebabnya pihaknya terus mempersiapkan secara matang.
"Koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak tetap perlu dilakukan," katanya.
Sebelumnya, Sunaryanta sudah menyatakan akan melonggarkan kegiatan Ramadan di masyarakat.
Artinya masyarakat mulai bisa kembali melaksanakan acara buka puasa bersama.
Baca juga: Kemenag Gunungkidul Terbitkan Surat Edaran Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 2021
Ia menilai pemahaman dan kedisiplinan masyarakat atas protokol kesehatan (prokes) saat ini lebih baik.
Mereka disebut sudah mulai terbiasa dan sadar pentingnya pencegahan tersebut.
"Kasus baru COVID-19 di Gunungkidul bisa dibilang semakin terkendali," kata Sunaryanta pada wartawan.
Meski membuka pintu buka puasa bersama, ia tetap meminta masyarakat ketat dalam menjalankan prokes.
Sebab ia tak ingin muncul kluster kasus baru di Ramadan tahun ini.
Sunaryanta pun meminta pengurus mesjid segera membentuk tim yang bertugas mengawasi kepatuhan prokes.
Terutama pada jemaah yang akan melakukan ibadah Solat Tarawih hingga Salat 5 Waktu.
"Meski mulai dilonggarkan, kepatuhan prokes tetap yang utama," ujarnya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ikuti-pusat-pemkab-gunungkidul-tetap-refocusing-anggaran-2021.jpg)