Breaking News:

Masjid Jogokariyan Tetap Selenggarakan Salat Tarawih Berjemaah dengan Penerapan Protokol Kesehatan

Masjid Jogokariyan pada ramadan kali ini juga menyelenggarakan salat tarawih, salat Jumat, dan salat lima waktu berjemaah

TRIBUNJOGJA.COM/ Maruti A Husna
Masjid Jogokariyan Yogyakarta tetap menyelenggarakan salat tarawih berjemaah selama Ramadan tahun ini. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Masjid Jogokariyan tetap menyelenggarakan pelayanan ibadah Ramadan seperti biasa pada tahun ini.

Namun, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda, seluruh aktivitas dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Takmir Masjid Jogokariyan, Gitta Welly Ariadi, mengungkapkan Masjid Jogokariyan pada ramadan kali ini juga menyelenggarakan salat tarawih, salat Jumat, dan salat lima waktu berjemaah.

Namun, untuk kajian-kajian dilaksanakan secara daring melalui siaran YouTube Jogokariyan TV.

Baca juga: Tata Cara, Bacaan Niat Salat Tarawih dan Witir Sendiri atau Berjamaah di Bulan Ramadan 1442 Hijriah

Baca juga: Kapan Mulai Salat Tarawih Pertama Ramadan 2021? Berikut Penjelasannya

Welly mengungkapkan, Masjid Jogokariyan menyediakan alat pemeriksa suhu tubuh otomatis bagi para jemaah, jemaah juga harus berdiri berjarak sesuai stiker yang disediakan.

"Jemaah dari luar kami tempatkan di lantai 2. Yang warga sini di lantai bawah. Pintu masuknya berbeda," imbuhnya ditemui di Masjid Jogokariyan, Senin (12/4/2021). 

Ia menambahkan, jumlah jemaah di masjid hanya diperkenankan sesuai kapasitas dengan menerapkan physical distancing.

"Di masjid sesuai kapasitas. Kalau penuh enggak bisa masuk lagi," ucapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sempat terjadi kasus jemaah yang dinyatakan positif Covid-19 di Masjid Jogokariyan.

Welly menyampaikan, hal itu dapat ditangani dengan baik oleh pengelola masjid.

Baca juga: Pemda DI Yogyakarta Bakal Lakukan Penyekatan di 10 Titik Perbatasan untuk Antisipasi Pemudik

Baca juga: Satpol PP DIY Terjunkan Petugas Linmas untuk Awasi Penyelenggaraan Pasar Sore Ramadan

"Justru kami mendapat apresiasi dari kecamatan karena dari tanggal 10 awal kasus itu, dilakukan tracing trennya naik terus. Namun, tanggal 27, tidak sampai 1 bulan, tinggal 4 kasus. Jadi kami bisa menyelesaikan itu dengan baik. Kami melakukan layanan swab antigen gratis," bebernya.

"Kasusnya ini kelihatan besar karena bukan semuanya jemaah masjid. Tapi masjid memberi pelayanan pada warga siapa yang mau tes antigen, kami layani. Karena yang mengadakan masjid, otomatis datanya di masjid. Yang tidak paham itu takutnya mengira klaster masjid, padahal itu kampung. Justru masjid memfasilitasi untuk pemeriksaan," sambung Welly. (*)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved