Breaking News:

BREAKING NEWS: Hujan Deras, Lereng Setinggi 4 Meter Longsor di Gedangsari Gunungkidul

Lereng bukit di Pedukuhan Jatibungkus, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul longsor pada Minggu (11/04/2021) dini hari.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Relawan BPBD Gunungkidul membersihkan material longsor yang terjadi di Kapanewon Gedangsari, Minggu (11/04/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Lereng bukit di Pedukuhan Jatibungkus, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul longsor pada Minggu (11/04/2021) dini hari.

Material longsor mengenai rumah warga setempat.

Panewu Gedangsari Martono Imam menyampaikan peristiwa terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Saat itu tengah hujan deras yang berlangsung sejak Sabtu (10/04/2021) malam.

Baca juga: Bappenas Sebut Tahun 2063 Tidak Ada Petani di Indonesia, Dekan Fakultas Pertanian UGM Beberkan Ini

"Tanah yang longsor memiliki tinggi sekitar 4 meter dan panjang 5 meter," kata Martono pada wartawan hari ini.

Material longsoran berupa tanah dan batu langsung mengenai bagian samping rumah Slamet (48). Bangunan rumah sendiri berada persis di sebelah lereng tersebut.

Menurut Martono, rumah Slamet mengalami kerusakan di bagian dapur.

Dinding selebar 2,5 meter dan tinggi 2 meter ambruk. Beruntung pemilik rumah sedang tidak berada di situ.

"Tidak ada korban jiwa, tapi diperkirakan nilai kerugian mencapai sekitar Rp 3 juta," ungkapnya.

Selain dinding yang ambruk, sejumlah perabotan rumah Slamet juga ikut rusak. Meski demikian Martono menyebut kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah.

Pasca kejadian, pagi ini warga setempat membantu proses penanganan. Evakuasi juga dibantu oleh TRC BPBD Gunungkidul hingga perangkat desa setempat.

Baca juga: Seorang Kondektur Bus Ditangkap Polisi karena Jambret Ibu-ibu di Klaten

"Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat ada potensi longsor susulan," kata Martono.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki sebelumnya telah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaannya. Sebab saat ini tengah masa pancaroba.

Apalagi pihaknya juga menerima informasi jika efek dari Siklon Seroja turut dirasakan di wilayah Pulau Jawa. Termasuk kemungkinan munculnya siklon lain yang bisa lebih besar.

"Warga kami imbau mengakses info cuaca terkini secara mandiri," kata Edy. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved