Breaking News:

Seorang Kondektur Bus Ditangkap Polisi karena Jambret Ibu-ibu di Klaten

Seorang kondektur bus diciduk polisi saat sedang tidur karena diduga melakukan aksi penjambretan di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Kasubag Humas Polres Klaten Iptu Nahrowi (kiri) bersama Kapolsek Karanganom Iptu Panut Haryono (kanan) saat menggelar jumpa pers di Mapolres Klaten, Jumat (9/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seorang kondektur bus diciduk polisi saat sedang tidur karena diduga melakukan aksi penjambretan di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Klaten.

Kondektur bus yang diduga nyambi sebagai jambret itu diketahui berinisial SN (32) dan merupakan warga Jember, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Tribun Jogja, SN terakhir kali melancarkan aksinya di Jalan Raya Jatinom - Penggung, Desa Padas, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jumat (19/3/2021) dan Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Panen Perdana Padi Inpari Nutri Zinc di Lahan Cetak Sawah Baru di Paingan Kulon Progo

Adapun korban SN dari dua kali aksi penjambretan itu merupakan ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor.

"Modus operandi dari pelaku ini mengamati pengendara motor yang meletakan dompet atau barang berharga di dashboard motornya, kemudian pelaku membuntuti, ketika sampai di tempat sepi, pelaku memepet korban dan mengambil barang-barang itu," ujar Kapolsek Karanganom, Iptu Panut Haryono, saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Jumat (9/4/2021).

Menurutnya, setelah pihaknya menerima laporan polisi (LP) dari dua korban yang diketahui berinisial DA dan ES, jajaran reserse kriminal (reskrim) Polsek Karanganom dibantu Satreskrim Polres Klaten melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.

Dari saksi-saksi dan bukti-bukti di lapangan, polisi mendapatkan informasi jika SN merupakan pelaku tunggal dari aksi penjambretan itu.

Ia pun kemudian ditangkap oleh polisi sebuah rumah di daerah Jember, Jawa Timur saat sedang tidur.

Saat penangkapan itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa, satu unit telepon seluler, uang hasil penjualan telepon seluler  Rp615.000 hingga sepeda motor dan pakaian yang digunakan saat beraksi.

"Pelaku ini istrinya orang sini, orang Karangnongko. Kalau pelaku ini aslinya orang Jember," ucapnya.

Kemudian, kata Kapolsek, dari pengakuan SN, dirinya sudah 8 kali melakukan aksi penjambretan di wilayah Kabupaten Klaten.

Baca juga: Sakit Dapat Menggugurkan Dosa Kita, Rutin Sholat Dhuha Dapat Turunkan Kadar Gula Darah

"Keterangan pelaku dia sudah 8 kali beraksi, di Karanganom ada 3 TKP namun baru ada dua yang melapor, di wilayah Jatinom 4 kali beraksi dan di wilayah kota satu kali," jelasnya.

Iptu Panut Haryono menambahkan, SN juga merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama pada tahun 2013 lalu dan telah menjalani hukuman penjara selama 8 bulan di Boyolali, Jawa Tengah.

"Untuk pasal yang kita sangkakan pasal 362 (KUHP) karena pelaku ini melakukan kegiatan berulang dan terus menerus sehingga kita sangkakan pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun," jelasnya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved