BBPPMPV Seni Budaya Teken MoU dengan DUDI, Wujudkan Program Link and Match

BBPPMPV Seni Budaya Teken MoU dengan DUDI, Wujudkan Program Link and Match

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Penandataganan MoU Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya Dr Sarjilah MPd dengan DUDI 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Yogyakarta menandatangani MoU dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Mou antara BBPPMVP dengan DIDU ini merupakan upaya untuk mewujudkan program Link and Match.

Penandatangan dilakukan dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Link and Match BBPPMPV Seni dan Budaya dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Hotel Alana Yogya, Kamis (8/4/2021) hingga Sabtu (10/4/2021).

Rakor yang melibatkan 40 DUDI tersebut dibuka Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya Dr Sarjilah MPd.

Rakor yang juga diikuti para Kaprodi di BBPPMPV Seni dan Budaya ini, di antaranya menghadirkan nara sumber Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI Ditjen Vokasi secara Daring dan dari Kantor Pajak Pratama Sleman.

Dr Sarjilah menyatakan Rakor itu bertujuan menyamakan persepsi konsep link and match dan urgensinya serta untuk penyusunan dan penandatangan naskah kerja sama.

Menurut Sarjilah, keselarasan antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Ditjen Vokasi untuk bekerjasama dengan DUDI merupakan langkah awal dalam mewujudkan program link and match, dimana pendidikan SMK tidak tercerabut dari dunia realitas.

Maka pada kesempatan ini BBPPMPV Seni dan Budaya mengundang para pakar pada bidangnya yakni mitra-mitra dari DUDI untuk bekerjasama guna meningkatan kompetensi guru bidang seni dan budaya yang menjadi tanggung BBPPMPV Seni dan Budaya.

Baca juga: PT KPF dan UPN Veteran Yogyakarta Gelar Seminar Investasi, Dekatkan Diri Pada Generasi Milenial

Tujuan pendidikan SMK agar lulusannya nantinya benar-benar bisa terserap di dunia kerja dan memiliki ketrampilan serta karakter sesuai yang diharapkan dunia kerja.

" Sehingga perlu kerja sama antara dunia pendidikan dengan DUDI. Tujuan pendidikan nasional akan tercapai apabila semua komponen turut ambil bagian. Siapa lagi yang akan memikirkan kemajuan pendidikan nasional, jika bukan kita semua,"jelasnya.

Menurut dia, jika ikut ambil bagian maka akan menjadi torehan emas bahwa DUDI turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Mari kita yakini apa yang kita lakukan ini bukan hal yang sia-sia. Semoga ini akan memberikan warna baru pada pendidikan vokasi khususnya bidan seni dan budaya,"jelasnya.

Sementara Johnny Hendarta dari DUDI bidang fotografi menilai, link and match ini adalah kebutuhan yang memang benar-benar sudah seharusnya dilaksanakan karena perubahan dan perkembangan industri begitu cepat dan guru SMK harus bisa mengikutinya.

Contohnya di bidang fotografi, alat dan kebutuhan berubah terus seriring dengan perkembangan teknologi.

Hal senada diungkapkan Priyo Salim dari DUDI bidang Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan yang melihat saat ini antara kualitas lulusan SMK dan kebutuhan industri masih ada gap.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved