Breaking News:

Antisipasi Cuaca Ekstrem Efek Siklon Seroja, BPBD Bantul Siapkan Mitigasi Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyiapkan mitigasi bencana di 20 desa yang rawan longsor dan banjir.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyiapkan mitigasi bencana di 20 desa yang rawan longsor dan banjir.

Hal itu karena masih ada potensi bencana hidrometerologi.

Kepala BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto mengatakan seharusnya saat ini sudah memasuki musim pancaroba atau pergantian musim antara penghujan ke kemarau.

Namun karena ada dampak Siklon Seroja, tentu berpengaruh pada cuaca di DIY, terlebih Bantul.

Baca juga: Kafe Jamu Moderen, Djampi Jawi Hadir di Klaten dengan Ragam Menu Menarik

"Untuk menghadapi musim yang ekstrem ini, kami minta teman-teman di 20 desa standby di wilayah rawan longsor dan banjir. Karena memang daerah itu rawan longsor dan banjir," katanya, Minggu (11/04/2021).

Terkait daerah rawan longsor, ia menyebut daerah pegunungan, seperti Piyungan, Dlingo, Imogiri, dan Pleret.

Sedangkan daerah rawan banjir adalah wilayah yang dilewati sungai besar. Sungai yang menjadi perhatian ialah Gajahwong, Code, Opak, dan Bedog.

Ia menerangkan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan 20 desa tersebut. Tujuannya adalah untuk menyiapkan jika terjadi banjir atau longsor, dan memaksa warga untuk mengungsi.

Dengan adanya pandemi COVID-19, tentu warga yang mengungsi juga harus tetap menaati protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved