Breaking News:

Bisnis

Kemenperin Berkomitmen Wujudkan Industri Batik Indonesia Berwawasan Lingkungan

Kemenperin menekankan pentingnya melakukan pengelolaan limbah industri yang dihasilkan agar tidak merusak ekosistem lingkungan.

istimewa
Kepala BSKJI Kementerian Perindustrian, Dr. Ir. Doddy Rahadi, MT 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam meningkatkan daya saing industri batik nasional serta mendukung implementasi Industri Hijau di sektor komoditi batik, Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri batik di Indonesia untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal terbarukan serta melakukan efisiensi energi dalam proses produksinya. 

Di samping itu, ditekankan pula pentingnya melakukan pengelolaan limbah industri yang dihasilkan agar tidak merusak ekosistem lingkungan.

Sejalan dengan arahan Menteri Perindustrian tersebut, melalui satuan kerja yang dimilikinya, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) menerapkan beberapa strategi yang diharapkan dapat membantu mewujudkannya.

Diantaranya penyusunan standar meliputi labelisasi dan sertifikasi produk batik sebagai upaya untuk penjaminan kualitas mutu batik, seperti SNI batik, Standar Industri Hijau (SIH) untuk produk batik, labelisasi batikmark dan sertifikasi produk batik.

Baca juga: Innovating Jogja 2021 Buka Seleksi Calon Tenant Industri Kerajinan dan Batik

Berikutnya ialah penyediaan lembaga uji dan sertifikasi seperti Laboratorium Uji dan Kalibrasi Industri Kerajinan dan Batik, Lembaga Sertifikasi Produk dan Sistem Manajemen Mutu, Lembaga Sertifikasi Profesi batik, Lembaga Sertifikasi Industri Hijau batik.

Ketiga ialah pengembangan dan pemanfaatan teknologi melalui  program pelatihan kepada SDM industri, program inkubasi seperti Innovating Jogja yang merupakan program inkubasi start -up di bidang batik dan kerajinan, alih teknologi, bimbingan teknis, workshop, dan klinik konsultansi.

Poin berikutnya, inovasi riset terkait produk batik seperti Pengembangan aplikasi 'Batik Analyzer' yang merupakan aplikasi pendeteksi batik dan tiruan batik, eksplorasi sumber dan teknologi proses penyediaan pewarna alami untuk batik, serta katalog warna alam digital color matching yang diharapkan mampu membantu industri batik dalam membuat resep pewarnaan sehingga lebih cepat,mudah dan akurat.

Terakhir, pengembangan proses dan peralatan membatik hemat energi, seperti kompor listrik, canting listrik, mesin cap batik otomatis berbasis PLC yang diharapkan dapat membantu efisiensi dan efektivitas produksi batik.

Hal tersebut disampaikan Kepala BSKJI Kementerian Perindustrian, Dr. Ir. Doddy Rahadi, MT saat tampil sebagai Keynote Speaker dalam Webinar Kemitraan UKM Batik Sawit yang bertajuk Kontribusi Sawit dalam Mendukung Industri Kreatif Batik Indonesia, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: Upaya Menyelamatkan Batik Topeng Khas Putat Gunungkidul dari Dampak Pandemi

Doddy menyampaikan, bahwa prinsip industri hijau atau industri berwawasan lingkungan juga bisa diterapkan di semua sektor industri, termasuk Industri skala Kecil dan Menengah (IKM) seperti industri batik sekalipun.

Halaman
12
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved