Yogyakarta

Innovating Jogja 2021 Buka Seleksi Calon Tenant Industri Kerajinan dan Batik

Innovating Jogja tahun 2021 berfokus pada optimalisasi pemanfaatan teknologi pada proses bisnis para tenant.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
Tangkapan layar peluncuran program Innovating Jogja 2021 secara daring, Kamis (18/3/2021).
Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik, Titik Purwati Widowati 

TRIBUNJOGJA.COM - Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta (BBKB) didukung oleh BSKJI-Kementerian Perindustrian kembali melaksanakan kegiatan Inkubasi Bisnis Teknologi Innovating Jogja 2021, yang resmi diluncurkan pada Kamis (18/3/2021) secara daring.

Kegiatan Innovating Jogja tahun ini merupakan Program Inkubasi Bisnis Teknologi  di bidang Industri Kerajinan dan Batik yang memanfaatkan teknologi Inovasi yang berasal dari masyarakat (calon tenant) atau memanfaatkan teknologi yang dimiliki oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik.

Selaras dengan perubahan fokus Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) yang dahulu bernama Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI).

Adapun kegiatan Innovating Jogja tahun 2021 berfokus pada optimalisasi pemanfaatan teknologi pada proses bisnis para tenant.

Baca juga: Dekranasda Kabupaten Pringsewu Lampung Jajaki Kerjasama dengan BBKB Yogyakarta

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Dr Ir Doddy Rahadi, MT dalam sambutan peluncuran Innovating Jogja tahun 2021 menyampaikan, pendaftaran Innovating Jogja dibuka bagi masyarakat umum.

Adapun beberapa syarat sebagai peserta ialah berusia dibawah 45 tahun, telah lulus SMA/SMK, berminat mengembangankan usaha, mampu menggunakan komputer dan memiliki ide yang inovatif di bidang kerajinan dan batik.

Pendaftaran dilakukan dengan mengisi formulir online pada website innovatingjogja.id  sebelum tanggal 30 April 2021.

"Program kerja ini telah mampu menghasilkan industri baru di bidang kerajinan batik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya dan cukup mampu bersaing di kancah nasional bahkan beberapa di antaranya sudah berhasil melakukan ekspor," terang Doddy.

"Melalui kegiatan Innovating Jogja ini, kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada kalangan pelaku industri kerajinan dan batik Indonesia untuk mendapatkan fasilitas dalam bentuk pendampingan, teknis produksi pendampingan manajemen usaha, dan fasilitas produksi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik, Titik Purwati Widowati menambahkan, bahwa Innovating Jogja yang sudah berjalan sejak tahun 2016 telah mampu menghasilkan industri baru di bidang kerajinan dan batik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya, dan cukup mampu bersaing di kancah nasional, bahkan beberapa tenant lulusan Innovating Jogja sudah berhasil melakukan ekspor.

Baca juga: Kemenperin Lewat BBKB Yogyakarta Beri Pelatihan Pembuatan Batik Ramah Lingkungan

Secara total sejak 2016 hingga sekarang, Innovating Jogja telah membimbing 113 calon dalam kegiatan bootcamp dan 20 diantaranya berhasil lolos sebagai tenant inkubator teknologi bisnis.   

"Kami merasa berbangga dalam pelaksanaan Innovating Jogja di tahun sebelumnya telah melahirkan industri-industri kerajinan yang masih bisa survive dan berkembang sampai dengan sekarang seperti Wastraloka, Janedan, Alra, Tizania Jumputan, Djadi Batik, Ramundi Diby Leather, Smart batik, dan Arane. Beberapa diantara telah mencapai omset lebih dari 500 juta per tahun," ujar  Titik Purwati Widowati . 

Start-up- Start-up di atas setelah lulus dari inkubasi innovating Jogja terus menunjukkan kinerja dan prestasinya.

Misalnya, Wastraloka mendapatkan Femina Award 2017, Janedan memperoleh Inacraft Award 2018, Tizania Jumputan memenangkan Juara I lomba Selendang Nusantara  dalam Gelar Batik Nusantara 2019, Arane mendapatkan Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2020 dan Top Two Blibli Big Start 2019, Deby Leather mendapatkan Kriya Nusa Award 2019 serta produk Smart Batik digunakan oleh Ditjen Pajak sebagai seragam. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved