Breaking News:

Yogyakarta

Selain Kegiatan Keagamaan, Satpol PP DIY Larang Aktivitas Berkerumun di Malam Hari Saat Ramadan

Satgas akan melakukan patroli untuk menertibkan masyarakat yang beraktivitas saat malam hari, khususnya yang nongkrong di tempat-tempat tertentu.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Koordinator Penegak Hukum Satgas COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Noviar Rahmad 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim satgas penanganan COVID-19 bidang penegakan hukum tak mengizinkan adanya aktivitas jam malam saat bulan suci ramadhan selain kegiatan keagamaan.

Koordinator Penegak Hukum Satgas COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Noviar Rahmad mengatakan, sesuai instruksi yang tetuang dalam aturan terbaru terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat (PPKM) mikro, kegiatan keagamaan di bulan ramadhan sudah dapat digelar.

Akan tetapi, dalam pelaksanaanya wajib mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) baik itu kegiatan ibadah di rumah maupun di masjid.

Sementara kegiatan malam saat bulan suci, Noviar menegaskan hal itu tidak diperbolehkan.

Baca juga: Pasar Sore Ramadan di Kota Yogyakarta Boleh Digelar, Ini Aturan dan Syaratnya

Pihaknya akan melakukan patroli untuk menertibkan masyarakat yang beraktivitas saat malam hari, khususnya yang nongkrong di tempat-tempat tertentu.

"Untuk kegiatan berkerumun di tempat umum saat malam hari di bulan puasa tetap akan kami bubarkan. Kami akan lakukan patroli ke jalan seperti biasa," katanya, kepada Tribunjogja.com, Jumat (9/4/2021)

Sementara untuk jam operasional rumah makan atau kafe yang ada di DIY, Satpol PP DIY menegaskan hal itu masih menyesuaikan dengan aturan yang berlaku saat ini.

Dirinya menekankan kepada para Linmas ditipa-tiap kelurahan supaya turut melakukan pemantauan terhadap lingkungannya masing-masing.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Izinkan Pasar Sore Ramadan di Zona Hijau dengan Sistem Drive Thru

Terutama bagi para perantau yang nekat pulang kampung saat perayaan Idulfitri tahun ini.

"Harapannya semua penegak hukum dan masyarakat terlibat untuk sama-sama menjaga keamanan saat bulan puasa yang akan datang," tegas Noviar.

Sementara untuk masjid yang akan menggelar salat tarawih berjamaah, dirinya menekankan supaya para takmir masjid mengedapnakan prokes yang ada.

"Jemaah harus 50 persen dari kapasitas yang ada. Sama saja denga kegiatan sahur dan buka puasa, dibolehkan tapi hanya 50 persen yang terlibat," pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved