Breaking News:

Pemkot Yogyakarta Izinkan Pasar Sore Ramadan di Zona Hijau dengan Sistem Drive Thru

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dipastikan tetap memberikan izin penyelenggaraan pasar sore Ramadan, selama wilayah tersebut tidak

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dipastikan tetap memberikan izin penyelenggaraan pasar sore Ramadan, selama wilayah tersebut tidak masuk zona merah Covid-19.

Hanya saja, sistem jual belinya pun tetap direkayasa untuk meminimalisir sebaran virus.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, nantinya wilayah-wilayah yang statusnya berisiko tinggi tidak akan mendapat rekomendasi untuk menggelar pasar sore Ramadan.

Oleh sebab itu, pihaknya sangat berhati-hati dalam urusan izin.

Baca juga: Tradisi Padusan Jelang Ramadan di Sleman akan Diawasi Agar Sesuai dengan Prokes 

"Di zona-zona yang masih mengkhawatirkan, kita tidak akan merekomendasi. Pasar sore Ramadan hanya diselenggarakan di zona hijau, baik secara PPKM Mikro, maupun epidemiologi. Harus dikaji betul itu," jelasnya, Kamis (8/4/2021).

Sementara bagi wilayah yang nantinya mendapat izin untuk menggelar pasar sore Ramadan, ia berujar, pelaksanaanya jelas berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Contoh, jumlah, serta jarak antar lapak bakal sangat dibatasi, kemudian, sistemnya dibikin secara drive thru.

"Jumlah lapak harus sangat terbatas. Antar lapak minimal jaraknya lima meter. Kemudian, kita harapkan, sistemnya itu sebisa mungkin dengan drive thru," tandasnya.

Sehingga, tambahnya, pengunjung, atau pembeli tak perlu turun dari kendaraannya, ketika hendak bertansaksi dengan para pedagang.

Karena itu, ia meminta penjual komoditas buka puasa di pasar sore Ramadan membiasakan dirinya dengan skema jual beli layanan tanpa turun itu.

Baca juga: Pemkab Magelang Gelar Musrenbang RKPD 2022 Prioritaskan Penanganan Covid-19

"Karena di sistem drive thru penjualnya yang harus aktif melayani. Yang pakai motor tidak perlu turun, begitu juga yang pakai mobil. Drive thru ini kan demi keamanan dan kenyamanan bersama. Maka, jarak harus lima meter, sehingga itu dapat berjalan, ya," ungkap Heroe.

"Termasuk sedang kita pikirkan juga, jalan-jalan yang besok digunakan untuk aktivitas pasar sore Ramadan, akan dibuat, atau direkayasa menjadi satu arah," lanjutnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta itu menyampaikan, sejauh ini, sudah ada beberapa pengelola pasar sore Ramadan yang mengajukan izin dan mulai mempersiapkan skema lantaurnya.

Namun, untuk pedagang yang sifatnya tiban dan tanpa penanggungjawab, dipastikan tidak diizinkan.

"Jadi, harus ada yang tanggung jawab. Harus dimintakan rekomendasi dari Satgas di kecamatan setempat. Sekarang ada beberapa yang sudah menyiapkan itu. Harapan kami, pelaksanannya bisa tertata," tandasnya. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved