Pasar Sore Ramadan di Kota Yogyakarta Boleh Digelar, Ini Aturan dan Syaratnya

Izin penyelenggaraan Pasar Ramadan tersebut hanya boleh digelar di wilayah yang tidak masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.Tribun Jogja
Aktivitas jual beli di Pasar Ramadan Nitikan Kota Yogyakarta, Kamis (17/5/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memberikan izin penyelenggaraan Pasar Sore Ramadan tahun ini.

Namun demikian, izin penyelenggaraan Pasar Ramadan tersebut hanya boleh digelar di wilayah yang tidak masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. 

Selain itu, ada syarat-syarat tertentu, di antaranya sistem jual-beli harus direkayasa untuk meminimalisir sebaran virus corona.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan nantinya wilayah-wilayah yang statusnya berisiko tinggi penularan Covid-19 tidak akan mendapat rekomendasi untuk menggelar pasar sore Ramadan.

Oleh sebab itu, pihaknya sangat berhati-hati dalam urusan memberikan izin tersebut.

"Di zona-zona yang masih mengkhawatirkan, kita tidak akan merekomendasi. Pasar sore Ramadan hanya diselenggarakan di zona hijau, baik secara PPKM Mikro, maupun epidemiologi. Harus dikaji betul itu," jelasnya, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: PPKM Mikro di DI Yogyakarta Diperpanjang, Sri Sultan HB X : Lebih Baik Diteruskan

Baca juga: Antisipasi Pemudik, Pemda DI Yogyakarta Berencana Gelar Razia Surat Antigen di Perbatasan

Sementara bagi wilayah yang nantinya mendapat izin untuk menggelar pasar sore Ramadan, ia berujar pelaksanaanya jelas berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Contoh, jumlah, serta jarak antar lapak bakal sangat dibatasi, kemudian, sistemnya dibikin secara drive thru.

"Jumlah lapak harus sangat terbatas. Antar lapak minimal jaraknya lima meter. Kemudian, kita harapkan, sistemnya itu sebisa mungkin dengan drive thru," tandasnya.

Sehingga, tambahnya, pengunjung atau pembeli tak perlu turun dari kendaraannya, ketika hendak bertansaksi dengan para pedagang.

Karena itu, ia meminta penjual komoditas buka puasa di pasar sore Ramadan membiasakan dirinya dengan skema jual beli layanan tanpa turun itu.

"Karena di sistem drive thru penjualnya yang harus aktif melayani. Yang pakai motor tidak perlu turun, begitu juga yang pakai mobil. Drive thru ini kan demi keamanan dan kenyamanan bersama. Maka, jarak harus lima meter, sehingga itu dapat berjalan, ya," ungkap Heroe.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi (TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan)

"Termasuk sedang kita pikirkan juga, jalan-jalan yang besok digunakan untuk aktivitas pasar sore Ramadan, akan dibuat, atau direkayasa menjadi satu arah," lanjutnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta itu menyampaikan, sejauh ini sudah ada beberapa pengelola pasar sore Ramadan yang mengajukan izin dan mulai mempersiapkan skema lantaurnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved