Berita Kesehatan

Perbedaan Migrain dan Sakit Kepala Biasa Serta Cara Mengobatinya

Ada sakit kepala wajar yang dipicu oleh ketegangan sesaat. Tapi ada pula sakit kepala yang perlu Anda khawatirkan.

Tayang:
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Perbedaan migrain dan sakit kepala 

Tetapi ikuti petunjuk pada label, dan jangan pernah mengambil lebih dari yang seharusnya.

Bantal pemanas atau pancuran air hangat juga bisa membantu meredakan sakit kepala.

Sementara beberapa orang lainnya merasa lebih baik dengan tidur siang pendek atau camilan ringan.

Jika Anda sering mengalami sakit kepala tipe tegang, cobalah untuk mengidentifikasi pemicu sehingga Anda dapat menghindarinya. Jangan terlalu lelah atau tidak makan.

Pelajari teknik relaksasi seperti yoga sangat membantu karena dapat mengendurkan pikiran dan otot leher Anda.

Jika Anda mengepalkan rahang atau menggertakkan gigi di malam hari, penghalang gigitan mungkin bisa membantu.

Jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat penghilang rasa sakit yang lebih kuat atau pelemas otot untuk mengendalikan sakit kepala.

Banyak orang dengan sakit kepala tipe tegang berulang dapat mencegah serangan dengan mengambil antidepresan trisiklik seperti amitriptyline (Elavil, generik).

Untungnya, kebanyakan orang dengan sakit kepala tipe tegang akan melakukannya dengan sangat baik dengan program yang lebih sederhana.

Migrain

Migrain lebih jarang terjadi daripada sakit kepala tegang, tetapi biasanya lebih parah.

Ternyata Kaum Perempuan Lebih Sering Terkena Migrain. Ini Sebabnya

Sakit kepala ini dua sampai tiga kali lebih umum pada wanita daripada pria, tetapi itu sedikit menghibur jika Anda termasuk di antara 6% hingga 8% dari semua pria yang menderita migrain.

Penelitian Harvard terhadap 20.084 pria berusia 40 hingga 84 tahun melaporkan bahwa memiliki migrain meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 42%, pria dengan migrain harus mempertimbangkan sakit kepala mereka.

Tips Meringankan Migrain Tanpa Obat Penghilang Rasa Sakit

Ahli saraf percaya bahwa migrain disebabkan oleh perubahan aliran darah otak dan aktivitas sel saraf.

Faktor genetika juga berperan karena 70% korban migrain memiliki setidaknya satu kerabat dekat dengan masalah tersebut. (*/Harvard Health)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved