Breaking News:

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Siapkan 11 POS Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah RI telah memutuskan agar satuan pendidikan wajib melayani pembelajaran tatap muka setelah seluruh guru dan tenaga kependidikan

TRIBUNJOGJA/ Maruti Asmaul Husna
Siswa SMPN 4 Yogyakarta sedang mencuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas, hal ini sebagai salah satu protokol kesehatan yang wajib ditegakkan sekolah selama pandemi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah RI telah memutuskan agar satuan pendidikan wajib melayani pembelajaran tatap muka setelah seluruh guru dan tenaga kependidikan (tendik) di sekolah tersebut selesai divaksin Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengatakan sejauh ini seluruh SD dan SMP di Kota Yogyakarta sudah siap secara sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Baca juga: ASN Dilarang Mudik, Berbagai Pembatasan akan Diterapkan, Pemkot Yogyakarta Andalkan Turis Lokal

Namun, pihaknya belum dapat memastikan kapan pembelajaran tatap muka di Kota Yogyakarta akan dimulai. Sebab, hal itu masih menunggu keputusan Wali Kota Yogyakarta.

Pihaknya pun sudah melakukan verifikasi ke SD dan SMP sebanyak dua kali, yakni Januari dan awal Maret. Hal itu dilakukan untuk meninjau pemenuhan persyaratan pembelajaran tatap muka. 

Budi menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta juga sudah mempunyai 11 prosedur operasional standar (POS) pembelajaran tatap muka yang telah disampaikan ke sekolah-sekolah.

"Sekolah juga harus dilengkapi penanda physical distancing, jalur masuk dan keluar, wastafel, thermo gun, ruang isolasi sementara yang berbeda dengan UKS, dan lain-lain," imbuh Budi.

Adapun terkait skema pembelajaran tatap muka ke depan, Budi menjelaskan, tidak akan mengisi ruang kelas hingga 50 persen sebagaimana syarat maksimal pemerintah pusat. Melainkan, hanya 30 persen.

"Maksimal satu ruang 12 anak jadi 1/3 nya dari total 32 anak per rombel kalau SMP.  Mungkin belajar dengan sistem sif. Dua sampai 3 sif per hari, masing-masing maksimal 2 jam," tandasnya.

Terpisah, Kepala SMPN 6 Yogyakarta, T Sugiyarti, menuturkan sekolahnya telah siap dengan 11 POS untuk penyelenggaraan pembelajaran tatap muka. POS tersebut pun telah disosialisasikan kepada para guru dan orang tua. 

Baca juga: Dua Pengangguran di Yogyakarta Nekat Jual Pil Yarindo, Kini Terancam Penjara 10 Tahun

"Kesebelas POS itu, yakni antar jemput orang tua, saat pembelajaran, rapat dinas, kehadiran guru dan karyawan, pelayanan administrasi tata usaha, pelayanan bimbingan konseling, di tempat ibadah, jika ada siswa yang suhunya di atas 37,3 derajat celcius, di perpustakaan, humas, dan kantin. Kami sudah sosialisasikan ke orang tua," ungkap Sugiyarti kepada Tribun Jogja.

Di SMPN 6 Yogyakarta, kata dia, total terdapat 700 siswa.

"Sekarang saja kami siap (pembelajaran tatap muka). Siap 100 persen untuk kelas 1, 2, dan 3. Semua protokol kesehatan sudah ada, kami siap lahir batin dan segala perlengkapan," imbuh Sugiyarti. (uti) 

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved