Breaking News:

Ingin Tampil Cantik, Mahasiswi di Yogyakarta Tipu Klinik Kecantikan Lewat Pemalsuan Bukti Transfer

Pasalnya, demi mendapatkan wajah yang cantik, serta mendapat keuntungan lebih, ia justru melakukan penipuan transaksi kosmetik kepada salah satu

TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Pelaku penipuan ASD saat dihadirkan pada jumpa pers bersama jajaran anggota kepolisian Polsek Ngampilan, Selasa (6/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Apa yang dilakukan oleh ASD seorang perempuan berusia 21 tahun ini tidak patut ditiru.

Pasalnya, demi mendapatkan wajah yang cantik, serta mendapat keuntungan lebih, ia justru melakukan penipuan transaksi kosmetik kepada salah satu klinik kecantikan Lux Beauty di Jalan KH Ahmad Dahlan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.

Akibatnya, perempuan yang kini berstatus mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta Kota Yogyakarta ini harus mendekam di balik jeruji tahanan.

Baca juga: Sempat Buron, Dua Pelaku Penganiayaan dengan Sajam di Getas Playen Gunungkidul Diringkus

Kapolsek Ngampilan, Kompol Hendro Wahyono didampingi Kasubag Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja menjelaskan, aksi penipuan itu bermula sejak Rabu (20/1/2021) yang lalu.

Sekitar pukul 09.00 WIB, ASD mengirim pesan singkat kepada admin klinik kecantikan untuk melakukan pendaftaran, guna perawatan dan pemesanan produk kecantikan di klinik itu dengan mengirimkan data dirinya.

"Tersangka ini juga berniat untuk menjadi reseller produk kecantikan itu," katanya, saat jumpa pers di Polsek Ngampilan, Selasa (6/4/2021) siang.

Setelah mendapat persetujuan dari klinik kecantikan itu, proses transaksi pun berjalan dan setiap kali mengambil produk, bukti transfer uang pembelian produk itu rutin dikirimkan oleh pelaku lewat screenshot M-Banking kepada pihak klinik kecantikan.

Akan tetapi, uang pembelian produk kecantikan itu sebenarnya tidak masuk ke rekening korban.

Semula Manager pemasaran Lux Beauty Desi Nurmalasari tidak menaruh curiga atas bukti transfer yang dikirimkan oleh pelaku.

Desi merasa ditipu ketika dirinya melakukan audit keuangan, dan menyimpulkan bukti transfer yang diperlihatkan oleh pelaku itu palsu karena setelah dicek tidak ada uang yang masuk.

Halaman
12
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved