Breaking News:

Kabupaten Klaten

Diciduk Satpol PP Sedang Ngamar di Siang Bolong, Pelajar di Klaten Ini Ngaku Mau Istirahat

Diciduk Satpol PP Sedang Ngamar di Siang Bolong, Pelajar di Klaten Ini Ngaku Mau Istirahat

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/ Almurfi Syofyan
Personel Satpol PP Klaten melakukan pendataan kepada belasan pasangan tidak resmi yang terjaring razia pekat di daerah itu, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dua pasangan muda-mudi yang berstatus sebagai pelajar di sebuah sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Kabupaten Klaten terciduk saat ngamar di siang bolong.

Satu dari dua pasangan pelajar itu mencoba mengelabui petugas dengan menyebut mampir kamar penginapan itu untuk beristirahat dan melaksanakan ibadah salat.

"Tadi saat ditanya petugas ngapain di sini, dia jawab mampir istirahat dan salat. Padahal kalau mau salat kan bisa di masjid, musala atau di musala SPBU kan juga bisa. Petugas tidak bisa dikelabui dengan alasan seperti itu," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Klaten, Rabiman saat ditemui seusai razia itu, Selasa (6/4/2021).

Rabiman menjelaskan, selain dua pasangan pelajar tersebut, pada razia penyakit masyarakat (Pekat) menjelang Bulan Ramadhan 1442 hijriah itu, pihaknya juga menjaring 11 pasangan tak resmi lainnya.

Belasan pasangan yang sudah dewasa ini juga terjaring oleh Satpol PP Klaten dan tim gabungan saat asyik berduan di sejumlah kamar penginapan di daerah itu.

"Totalnya adan 13 pasangan tak resmi yang kita temukan saat sedang berduaan di dalam kamar penginapan, 2 pasangan masih berstatus pelajar," jelasnya.

Kemudian, lanjut Rabiman, untuk dua pasangan pelajar yang terjaring razia itu dipanggil kedua orang tuanya.

Baca juga: 13 Pasangan Tidak Resmi di Klaten Terjaring Razia Pekat, di antaranya Masih Berstatus Pelajar

Keempat orang itu akan mendapatkan pembinaan dari Satpol PP Klaten.

Sementara untuk 11 pasangan atau 22 orang lainnya, dilakukan pembinaan dan wajib lapor ke kantor Satpol PP Klaten hingga 20 kali.

"Untuk pelajar kami kembalikan kepada orang tua untuk mendapatkan pembinaan. Sedangkan, non pelajar akan kami kenakan pembinaan dan wajib lapor minimal 20 kali dengan perminggunya wajib lapor dua kali," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved