Breaking News:

13 Pasangan Tidak Resmi di Klaten Terjaring Razia Pekat, di antaranya Masih Berstatus Pelajar

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Klaten bersama tim gabungan menjaring 13 pasang pasangan tidak resmi

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Pasangan tidak resmi yang terjaring razia pekat di sejumlah penginapan menjalani pendataan di Kantor Satpol PP Klaten, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Klaten bersama tim gabungan menjaring 13 pasang pasangan tidak resmi yang sedang berduaan di dalam kamar di sejumlah hotel kelas melati yang ada di daerah itu, Selasa (6/4/2021).

Dua pasang dari 13 pasangan tidak resmi tersebut diketahui masih berstatus pelajar di sebuah sekolah menengah atas (SMA) sederajat yang ada di Kabupaten Klaten.

Baca juga: Lakukan Razia, Sejumlah Barang Terlarang Milik Tahanan Lapas Kelas II B Yogyakarta Ditemukan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Klaten, Rabiman, mengatakan 13 pasangan tidak resmi tersebut terjaring dalam razia penyakit masyarakat (Pekat) yang dilakukan oleh pihaknya menjelang masuknya Bulan Ramadan 1442 hijriah.

"Giat hari ini untuk menjaga kondusivitas Kabupaten Klaten menjelang Bulan Ramadan. Kemudian ini juga dalam rangka menegakan Perda 12 tahun 2013 tentang K3, sasaran kita PGOT dan Pekat hasilnya ada 13 pasangan (tidak resmi) yang kita dapati, adapun 2 pasang di antaranya adalah pelajar," ujarnya saat ditemui di Mako Satpol PP Klaten.

Rabiman mengatakan, untuk dua pasangan pelajar yang terjaring razia itu dipanggil kedua orang tuanya.

Keempat orang itu akan mendapatkan pembinaan dari Satpol PP Klaten.

Sementara untuk 11 pasangan atau 22 orang lainnya, dilakukan pembinaan dan wajib lapor ke kantor Satpol PP Klaten.

"Untuk pelajar kami kembalikan kepada orang tua untuk mendapatkan pembinaan. Sedangkan, non pelajar akan kami kenakan pembinaan dan wajib lapor minimal 20 kali dengan perminggunya wajib lapor dua kali," katanya.

Menurut Rabiman, pihaknya akan terus melaksanakan razia Pekat tersebut setiap pekannya secara berkala, terutama menjelang masuknya dan saat Bulan Ramadan.

Dalam razia pekat itu, kata Rabiman pihaknya menerjunkan sebanyak 30 personel yang terdiri dari unsur Satpol PP, Polisi, TNI dan Dinas Sosial.

Baca juga: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X Persilahkan Umat Muslim Salat Tarawih di Masjid

Razia dilaksanakan selama dua jam mulai sekitar pukul 10.00 hingga pukul 12.00.

Adapun razia tersebut dibagi dalam dua tim yang menyisir area barat dan area timur Kabupaten Klaten.

Ia menjelaskan, selain berstatus pelajar, pasangan tidak resmi yang ikut terjaring razia itu rata-rata sudah bekerja di bidang swasta.

"Kalau pegawai tidak ada. Selain pelajar, mereka swasta. Rentang usia berkisar antara 16 sampai 64 tahun," lanjutnya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved