Sejarah April Mop, Hari Tipu-tipu yang Dirayakan di Dunia, Dilarang Sejak Pandemi Melanda
Tanggal 1 April selalu dikenal dengan April Mop atau April Fool's. Pada hari ini, bisanya orang-orang diperbolehkan berbohong atau memberi prank
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Tanggal 1 April selalu dikenal dengan April Mop atau April Fool's.
Pada hari ini, bisanya orang-orang diperbolehkan berbohong atau memberi prank untuk orang lain.
Kerap kali mereka membuat kebohongan atau lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah.
Mereka bisa melemparkan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangganya.
Tujuan lelucon mereka memang mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu.
Di beberapa negara seperti Inggris, Australia hingga Afrika Selatan, memberlakukan April Mop hanya sampai siang hari.

Namun, berbeda dengan tempat lain seperti Kanada, Prancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda dan Amerika Serikat yang bebas memainkan ‘April Mop’ sepanjang hari.
Hingga saat ini memang banyak yang bertanya-tanya asal usul April Mop ini sebenarnya dari mana sih?
Sebenarnya, ada berbagai macam versi yang mengulas sejarah April Mop, bahkan berbagai negara pun memiliki makna-makna yang berbeda tentang April Mop ini.
Menurut History, para sejarawan memprediksi awal mula April Mop muncul sekitar tahun 1985.
Kala itu, Prancis mengganti kalender Julian menjadi Gregorian.
Pada saat itu, perayaan tahun baru mereka diperingati setiap tanggal 25 Maret hingga 1 April.
Perubahan itu memindahkan Tahun Baru hingga 1 Januari.
Ketika Raja Charles IX mengganti perayaan tahun baru pindah pada 1 Januari, masyarakat yang masih merayakan tahun baru di tanggal sebelumnya mendapat julukkan 'Poisson d'avril' atau 'April Fish'.
Lambang ikan biasanya memiliki arti orang yang gampang tertipu.