Sejarah April Mop, Hari Tipu-tipu yang Dirayakan di Dunia, Dilarang Sejak Pandemi Melanda

Tanggal 1 April selalu dikenal dengan April Mop atau April Fool's. Pada hari ini, bisanya orang-orang diperbolehkan berbohong atau memberi prank

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Mona Kriesdinar
pixabay
Ilustrasi 

Sementara, para sejarahwan lainnya mengaitkan April Mop dengan festival Yunani-Romawi.

Festival ini dikenal sebagai Hilaria, yang dirayakan tiap tanggal 25 Maret.

Ketika bulan April tiba, orang-orang pasti akan langsung mengingat April Mop atau dikenal juga April Fool's Day.
Ketika bulan April tiba, orang-orang pasti akan langsung mengingat April Mop atau dikenal juga April Fool's Day. (British Council)

Hilaria merupakan perayaan untuk  menghormati Cybele, seorang Bunda Dewa Yunani kuno.

Biasanya, perayaan ini orang-orang berdandan mengenakan topeng, membuat parade dan lelucon untuk merayakan hari pertama setelah equinox vernal.

Sementara itu, dibelahan Eropa lainnya, ada pula yang menanggap April Mop merupakan perayaan khusus untuk menghormati Dewa Kekacauan, Loki.

Mereka menjulukki April Mop sebagai Hari Loki atau Loki Bot.

Hingga kini, perayaan April Mop masih sangat terasa kental terjadi di Eropa dan Amerika Utara.

April Mop mulai di populerkan di Inggris tepatnya pada tahun 1700. Pada saat itulah orang-orang saling melontarkan lelucon.

April Mop mulai menyebar ke seluruh Inggris selama abad ke-18.

Rutinitas lelucon April Mop sering membuat orang ragu terkait perkataan atau pemberitaan yang terjadi setiap tanggal 1 April.

Bahkan, di tahun 2020 lalu, Google memutuskan tidak merayakan April Mop karena dunia tengah menghadapi masalah pandemi virus corona.

Hal ini untuk meminimalisir beragam informasi hoaks terkait Covid-19 yang beredar di berbagai platform yang membuat banyak orang menjadi khawatir.

Sebab, semenjak Covid-19 merebak, ada banyak sekali hoax yang bertebaran.

Yang paling dirasakan adalah hoax virus corona bisa hilang di panasnya suhu Indonesia.

Itu hoax karena belum ada studi lebih lanjut tentang relasi udara panas dan virus corona.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved