Sebelum ASPD, Seluruh Siswa SMPN 5 Yogyakarta Akan Jalani Tes GeNose C19
Sejumlah sekolah jenjang SD/MI dan SMP/MTs di 5 kabupaten/kota se-DIY sedang mempersiapkan diri untuk pelaksanaan asesmen standardisasi pendidikan
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah sekolah jenjang SD/MI dan SMP/MTs di 5 kabupaten/kota se-DIY sedang mempersiapkan diri untuk pelaksanaan asesmen standardisasi pendidikan daerah (ASPD) DIY.
ASPD direncanakan akan digelar secara tatap muka di sekolah masing-masing. Siswa yang terlibat adalah seluruh siswa kelas VI dan IX.
Khusus jenjang SMP, ASPD akan dilaksanakan 5-8 April 2021. Sementara, untuk jenjang SD pada akhir Mei.
Kepala SMPN 5 Yogyakarta, Nuryani Agusti mengatakan ASPD bertujuan untuk memetakan hasil belajar siswa selama ini.
Baca juga: Dishub DIY Akan Melakukan Pemeriksaan Rapid Test Antigen di Terminal Jelang Libur Lebaran
Pihaknya telah menyiapkan prosedur operasional standar serta infrastruktur sekolah untuk mendukung ASPD tetap berjalan sesuai protokol kesehatan.
"Anak-anak sudah dibekali. Dari masuk gerbang sampai pulang. Berbagai infrastruktur sudah kami siapkan, seperti ada 77 wastafel, 33 thermo gun, juga masker medis bagi siswa yang nanti tidak memakai masker sesuai standar," ungkapnya kepada Tribunjogja.com, Senin (29/3/2021).
Selain itu, kata Nuryani, orang tua siswa kelas IX SMPN 5 Yogyakarta juga berinisiatif untuk menerapkan tes GeNose C19 kepada anak-anaknya menjelang ASPD.
"Ada tes GeNose mandiri, inisiatif dari orang tua agar aman dan nyaman melepas anak ke sekolah. Orang tua bekerja sama dengan RS Sardjito. Anak-anak nanti sudah membawa hasil pemeriksaannya ke sekolah. Kami tidak memaksakan untuk ini, syaratnya hanya anak-anak sehat dan suhu tubuh tidak melampaui 37,5 derajat celcius," jelas Nuryani.
Adapun terkait sarana dan prasarana, Nuryani menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan 6 ruangan khusus untuk ASPD.
"Kami ada 4 lab komputer, karena harus jaga jarak jadi ditambah 2 ruang lagi. Yang biasanya satu ruang terisi 36 siswa, ini diisi 20 orang," bebernya.
Ia mengungkapkan jumlah siswa kelas IX di sekolahnya ialah 292 orang. Saat ASPD, siswa akan dibagi ke dalam dua sesi, yakni sesi 1 pukul 08.00-09.40 WIB dan sesi 2 pukul 11.00-12.40 WIB.
"Ada jedanya untuk mengurangi kerumunan. Jadi anak-anak sesi sebelumnya sudah pulang," terang Nuryani.
Adapun mata pelajaran yang akan diujikan dalam ASPD adalah bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan IPA.
Baca juga: Bali United Petik Kemenangan Perdana di Piala Menpora 2021
Terpisah, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Bakhtiar Nurhidayat, mengatakan ASPD bertujuan untuk melihat kompetensi para peserta didik dari hasil belajar selama ini.