Breaking News:

Kabupaten Magelang

Persiapan PTM di Magelang, Bilik Pengungsi Merapi di Sejumlah Sekolah Dibongkar

Persiapan PTM di Magelang, Bilik Pengungsi Merapi di Sejumlah Sekolah Dibongkar

Dokumentasi Istimewa
Sejumlah relawan membongkar bilik pengungsian yang berada di sejumlah sekolah di Kabupaten Magelang. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Para relawan membongkar bilik pengungsi yang tersebar di sejumlah sekolah di Kabupaten Magelang menyusul kondisi Gunung Merapi yang dinilai relatif aman dan tidak menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan.

Sebelumnya bilik tersebut digunakan oleh para pengungsi sebagai tempat penampungan sementara saat meningkatnya aktivitas Gunung Merapi beberapa waktu lalu.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto menyatakan, sebelumnya Pemkab memanfaatkan sekolah untuk menampung para pengungsi selain di balai desa.

Untuk menampung pengungsi, Pemkab mempersiapkan tempat tidur dan membuat ruang kelas menjadi bilik bersekat yang digunakan pengungsi sebagai tempat tidur.

"Sekolah itu dipersiapkan sebagai tempat pengungsian tambahan," katanya Minggu (28/3/2021).

Edi menjelaskan, pembongkaran bilik itu dilakukan secara bertahap di sejumlah sekolah.

Hal itu juga dilakukan demi persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) yang bakal diujicobakan dalam waktu dekat ini di Magelang.

"Karena pengungsi sudah kembali ke desa masing-masing, maka bilik pengungsian khususnya yang ada di sekolah secara bertahap kita bongkar. Semoga aktivitas Gunung Merapi tidak meningkat lagi," ucap Edy.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Dalam 6 Jam Terpantau Keluarkan Dua Kali Guguran Lava Pijar

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Tiga Kali Alami Awan Panas, Potensi Erupsi Eksplosif Hingga Jarak 3 Kilometer

Edy menambahkan, pembongkaran bilik pengungsi di sekolah tersebut juga untuk persiapan bila dilakukan pembelajaran tatap muka dimulai kembali.

"Untuk sekolah yang dijadikan tempat pengungsian tambahan sekitar 26 lokasi, mulai dari sekolah SD, SMP, SMA/SMK dan MI. Bilamana kegiatan belajar tatap muka dilaksanakan kembali di sekolah maka ruang kelas sudah siap," terang Edy.

Salah satu relawan Kecamatan Mertoyudan, Kelik mengatakan, ia bersama relawan lainnya membongkar bilik pengungsi di sekolah STM Ma'arif Kota Mungkid serta SMPN 1 Kota Mungkid.

"Kita bongkar triplek bilik pengungsi, dan triplek masih kita titipkan di sekolah. Sebelumnya kita juga bongkar bilik pengungsi di SD Sekaran Desa Banyurojo Mertoyudan," kata Kelik. (Tribunjogja/Yosef Leon Pinsker)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved