Erupsi Gunung Merapi
UPDATE Gunung Merapi, Dalam 6 Jam Terpantau Keluarkan Dua Kali Guguran Lava Pijar
Gunung Merapi terpantau mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak dua kali selama enam jam terakhir.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi terpantau mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak dua kali selama enam jam terakhir.
Itu merupakan hasil pemantauan Badan Penyelidikan dan PengembanganTeknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta selama pukul 00.00-06.00 pada Minggu (28/3/2021).
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengungkapkan, jarak luncur maksimal material vulkanik Merapi berkisar sejauh 500 meter.
Baca juga: Ini Doa Sapu Jagat : Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā adzāban nār
"Guguran mengarah ke barat daya," tambah Hanik.
Dari hasil amatan visual, puncak gunung Merapi terpantau jelas meski dislimuti kabut dengan intensitas tipis hingga sedang.
Asap kawah juga teramati berwarna putih dengan intensitas sedang.
"Tinggi asap kawah sekitar 50 meter di atas puncak kawah," terangnya.
Adapun kondisi cuaca di puncak gunung yang berbatasan dengan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut adalah cerah dan berawan.
"Angin bertiup sedang ke arah barat laut. Suhu udara 14-20 °C, kelembaban udara 76-90 %, dan tekanan udara 835-916 mmHg," rincinya.
Menimbang hasil pengamatan itu, maka status Gunung Merapi tetap berada di level III atau Siaga.
Baca juga: Kaya Nutrisi, Ini Kelebihan Belimbing yang Berkhasiat Turunkan Gula Darah
"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," terangnya.
Sedangkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. (tro)