Breaking News:

Kota Yogya

Pemkot Yogya Kembali Terapkan Relaksasi Retribusi di 30 Pasar Tradisional

Para pedagang di pasar tradisional di Kota Yogyakarta kembali memperoleh relaksasi pembayaran retribusi.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Suasana Pasar Beringharjo, pada Selasa (09/03/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pedagang di pasar tradisional di Kota Yogyakarta kembali memperoleh relaksasi pembayaran retribusi.

Kebijakan ini sempat diterapkan 2020 lalu, namun digulirkan lagi seiring adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono mengatakan, langkah relaksasi pembayaran retribusi tersebut, tertuang dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 201 Tahun 2021.

Menurutnya, kebijakan ini sudah dilaksanakan Pemkot sejak Februari kemarin.

"Jadi, ini mulainya Februari, kemudian diperpanjang pada Maret. Kami akan kaji kembali apakah perlu memperpanjang relaksasi ini sampai April," ungkap Yunianto.

Ia menjelaskan, Pemkot dirasa perlu memberikan kembali relaksasi, lantaran para pedagang terkena dampak langsung dari penerapan PPKM.

Diharapkan, kebijakan ini mampu mendongkrak perekonomian pedagang pasar tradisional, yang kondIsinya kini memang tengah melesu.

"Ya, seiring PPKM berskala mikro, para pedagang kembali terdampak karena penjualan menurun. Makanya, kebijakan relaksasi ini kembali diberlakukan," katanya.

Baca juga: Tahun Ini, Pemkab Bantul Tak Beri Keringanan Retribusi Pedagang Pasar Tradisional, Ini Alasannya

Baca juga: Terdampak PSTKM, Pedagang Pasar Beringharjo Barat Berharap Mendapat Keringanan Retribusi

Hanya saja, besaran relaksasi yang diterapkan pun berbeda-beda, antara 25-50 persen, tergantung kondisi pasar masing-masing.

Pasalnya, Pemkot memiliki pandangan, pasar yang diisi para pedagang kebutuhan pokok, perekonomiannya mulai bergeliat dan tidak terlalu terdampak.

Oleh sebab itu, sepanjang Maret ini, hanya tiga pasar saja yang mendapat pemangkasan retribusi 50 persen, meliputi Pasar Beringharjo Barat, Beringharjo Tengah, serta Klitikan Pakuncen.

Sementara 27 pasar lain, hanya memperoleh keringanan retribusi 25 persen setiap bulan.

"Untuk April, masih kami kaji. Apakah diperlukan relaksasi, atau tidak. Jika diberlakukan kembali, maka dimungkinkan ada perubahan pengurangan," ujarnya. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved