Breaking News:

Larangan Mudik 2021

PHRI DIY Sesalkan Larangan Mudik Lebaran 2021 yang Berubah-ubah

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyesalkan kebijakan pemerintah terhadap aturan mudik

Istimewa
ilustrasi Hotel 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyesalkan kebijakan pemerintah terhadap aturan mudik lebaran pada 2021 yang berubah-ubah (inkonsisten).

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, dengan perubahan aturan yang dilakukan pemerintah secara tidak langsung akan menganggu program atau rencana yang telah disusun terutama oleh industri wisata.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Sebut Larangan Mudik Lebaran 2021 Sangat Berdampak Bagi Sektor Pariwisata

"Ini yang bisa membuat kerugian bagi sektor wisata dengan kebijakan yang selalu berubah-ubah dari pemerintah. Nampaknya komitmen ekonomi berjalan seiring dengan kesehatan sudah tidak berlaku lagi," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Jumat (25/03/2021).

Sebelumnya, pihaknya menganggap dengan adanya perizinan mudik menjadi angin segar bagi industri wisata.

Namun, dengan dikeluarkannya aturan terbaru terhadap dilarangnya mudik dinilai akan mempengaruhi tren berwisata.

"Awalnya kami sangat senang sekali dengan diperbolehkannya mudik. Sehingga, standarisasi wisata taat prokes sudah kami persiapkan  jauh hari untuk momen tersebut bahkan promosi pun tengah digencarkan untuk menarik wisatawan. Tentu, ini menjadi badai lagi karena akan mempengaruhi industri wisata terutama tingkat okupansi hotel," ujarnya.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Dishub Gunungkidul Pilih Tunggu Instruksi Pemda DIY

Namun di sisi lain, pihaknya masih berpandangan positif bahwa aturan larangan mudik hanya diperuntukkan bagi pemudik.

Sedangkan, untuk kegiatan wisata masih diperbolehkan dengan tetap menerapkan prokes dengan standarisasi dari pemerintah.

"Ya sejauh ini, informasi yang kami dapat larangan hanya untuk pemudik. Sehingga, kami pun berharap pengaruhnya tidak begitu besar meskipun dipastikan tetap mempengaruhi laju iklim wisata ,"pungkasnya. (ndg)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved