Bisnis
Harga Cabai Rawit Merah di DI Yogyakarta Mulai Turun Perlahan
Sempat menyentuh harga Rp 110 ribu per kg, saat ini harga cabai mulai mengalami penurunan menjadi Rp 80 ribu perkilo.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
"Jadi agak berbeda di tahun-tahun sebelumnya, kalau dulu kita menekan konsumsi tapi selama pandemi ini mari mendorong belanja terutama kelas menengah atas yang tidak terdampak pandemi," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan, harga komoditas cabai rawit merah belum tergolong stabil.
Namun, harga mulai turun secara perlahan karena terbantu produktivitas cabai rawit merah di Kulon Progo dan Sleman.
Baca juga: Stok Cabai Rawit Merah Minim, Disperindag DIY Datangkan dari Luar Daerah
Selain itu, program pasar lelang yang diinisiasi Bank Indonesia diklaim dapat mengendalikan harga cabai secara perlahan.
Dengan sistem lelang cabai, para petani dapat memperoleh harga jual yang tinggi dan tidak mudah dipermainkan tengkulak atau pengepul.
"Pasar lelang dibuat 50 persen untuk distribusi lokal. Jadi tidak semuanya (bahan pangan) dibawa keluar. Ini menjamin ketersediaan cabai di daerah lokal. Harapannya harga tetap bisa stabil sampai Idulfitri nanti," terang Made.
Made menambahkan, kegiatan pemantauan seperti ini memang menjadi kegiatan rutin dari TPID DIY.
Selain jelang Ramadan, biasanya pemantauan dilakukan sebelum memasuki Hari Raya Idulfitri, jelang Iduladha, dan jelang Natal dan Tahun baru. ( Tribunjogja.com )