Breaking News:

Bisnis

Stok Cabai Rawit Merah Minim, Disperindag DIY Datangkan dari Luar Daerah

Saat ini pasokan cabai diambil dari beberapa wilayah di Jawa yakni Jakarta, Magelang, dan Kediri.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Aktivitas pedagang di Pasar Kranggan Yogyakarta pada Selasa (16/04/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas perdagangan dan perindustrian (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan untuk memenuhi pasokan cabai rawit merah di wilayah Yogyakarta harus dikirim dari luar daerah.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto menuturkan, pengiriman dilakukan karena jumlah cabai rawit merah mengalami penurunan.

"Beberapa belakangan ini, untuk memenuhi keperluan cabai khususnya jenis rawit merah didapat dari daerah lain. Akibat cuaca yang buruk membuat banyak petani yang gagal panen. Sehingga, stok cabai pun berkurang," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Selasa (16/03/2021).

Baca juga: Harga Cabai di Kota Yogyakarta Kian Pedas, Sentuh Rp 120 Ribu per Kg, Imbas Kekecewaan Petani

Adapun, saat ini pasokan cabai diambil dari beberapa wilayah di Jawa yakni Jakarta, Magelang, dan Kediri.

Sedangkan di DIY sendiri, hanya beberapa wilayah saja yang bisa panen cabai  seperti daerah Saden, Bantul.

"Karena pasokan yang berkurang membuat harganya jadi melambung. Saat ini harga cabai tembus Rp120 ribu per kilogram. Memang untuk menstabilkan harga harus menunggu panen raya kemungkinan pada awal April nanti," ujarnya.

Sementara itu, para pedagang cabai rawit merah di pasar mulai mengurangi stok dagangan karena takut merugi.

Satu di antaranya, Tarmiyah pedagang di pasar Kranggan, Kota Yogyakarta yang  mengaku sejak harga cabai mulai merangkak naik, ia mulai  mengurangi persediaan. 

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pelaku UMKM Olahan Cabai di Kulon Progo Harus Memutar Otak

"Sejak harganya  (cabai) naik-naik itu, sudah tidak berani ambil banyak. Soalnya, risikonya rugi kalau tidak laku. Apalagi, cabai mudah membusuk tidak tahan lama," ujarnya.

Saat ini, dalam sehari dirinya hanya menjual sebanyak 1 kilogram cabai rawit merah.

Padahal biasanya, ia bisa menjual hingga 10 kilogram per hari.

"Turun jauh sekali stoknya dibandingkan sebelum harga naik. Lagipula, sekarang pasar juga masih sepi lebih baik menjual seadanya saja. Ini saja stok dikurangi belum tentu laku semua," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved